Hasil Lelang Jabatan Akhirnya Diumumkan Gubernur Ganteng

1192
Pesona Indonesia
Zumi Zola. (foto: jpnn)
Zumi Zola. (foto: jpnn)

batampos.co.id – Masa kepemimpinan Zumi Zola dan Fahrori Umar sebagai Gubernur dan wakil Gubernur Jambi genap enam bulan pada 12 Agustus 2016 lalu. Tiga hari setelah itu, yakni kemarin (15/8), enam pejabat eselon II hasil seleksi terbuka atau lelang jabatan akhirnya diumumkan dan dilantik.

Lelang jabatan sendiri dimulai sejak 25 Mei 2016 lalu. Tahap demi tahap dilalui pada masa seleksi, sehingga pada tahap akhir didapatlah tiga nama dengan nilai tertinggi pada masing-masing jabatan.

Dari tiga nama itu, dipilih satu nama berdasarkan hak penuh Gubernur Jambi untuk menduduki posisi strategis enam jabatan itu. Nama-nama yang dilantik, bukan berarti mereka yang nilainya berada di urutan nomor satu. Namun, dipilih berdasarkan pertimbangan Gubernur Jambi.

Sore kemarin, sekitar pukul 17.00, enam pejabat itu dilantik langsung oleh Gubernur Jambi. Mereka adalah Dodi Irawan yang dilantunkan sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), kemudian dr Erman sebagai Direktur Utama RSUD Raden Mataher.

Selanjutnya Kailani sebagai Kepala Dispenda, Syamsurizal sebagai Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah, Agus Sunaryo sebagai Asisten II, dan Drg Iwan Hendrawan sebagai Direktur SDM dan Sarana Prasarana RSUD Raden Mataher.

Zumi Zola, Gubernur Jambi mengatakan, enam pejabat yang terpilih ini dilantik setelah pertimbangan dan masukan dari banyak pihak. Pihaknya mengatakan juga mencari informasi dari tempat pejabat tersebut bertugas sebelumnya. ”Sebelum memutuskan, kita minta banyak masukan dulu dari berbagai pihak,” katanya seperti diberitakan Jambi Independent (Jawa Pos Group), hari ini (16/8).

Pihaknya berpesan agar pejabat yang baru dilantik tersebut dapat membantu program yang telah direncanakan. Di samping itu, dengan dilantiknya Kailani sebagai Kadispenda, maka jabatan asisten I yang sebelumnya dipegang Kailani mengalami kekosongan.

”Kita sudah kirim surat ke Mendagri bahwa status beliau sudah berubah. Memang terjadi kekosongan, itu akan kita kaji dulu, apakah dilelang atau bagaimana. Yang jelas menunggu perda perubahan OPD dulu,” paparnya.

Sementara itu, Dodi Irawan, Kadis PU Provinsi Jambi yang baru dilantik mengatakan, pihaknya untuk jangka pendek ini akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pejabat-pejabat PU Provinsi Jambi. Karena dirinya masih baru dan selama ini bertugas di daerah.

”Yang jelas tentang infrastruktur harus ditingkatkan. Kita koordinasi dulu dengan internal PU, karena RPJMD juga baru. Urutan teknis kita tetap berpatokan dengan RPJMD,” katanya.

Selanjutnya, dr Erman Dirut RSUD Raden Mataher mengatakan, selama ini memang image RSUD yang telah negatif di mata masyarakat. Namun, pihaknya akan memulai membenahi. Langkah strategisnya adalah dengan membenahi internal terlebih dahulu.

”Bagaimana agar RSUD dicintai oleh masyarakat. Kita benahi internal dulu, kedisiplinan, mengikuti aturan, kemudian misi peningkatan pelayanan kesehatan juga,” sebutnya.

Sementara itu, Kailani mengatakan, setelah dirinya resmi menjabat sebagai Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Jambi, dirinya memiliki beberapa pekerjaan rumah yang harus segera lakukan. Yakni melakukan beberapa pembenahan yang bersifat mendasar dalam Dispenda.

”Seperti pembenahan sistem manajemen, kualitas sumber daya aparatur yang memiliki budaya kerja yang tinggi, harus banyak ke lapangan, harus banyak berkomunikasi dengan pemangku kepentingan lainnya,” papar Kailani.

Saat ditanyai apakah akan mengganggu kinerjanya karena dirinya yang juga merupakan Plt Bupati Muaro Jambi? Ia menolak hal tersebut, menurutnya, amanah yang diberikan yang menjadi tugas dan tanggung jawab dirinya saat ini.

”Kita melihatnya dari tugas dan tanggung jawab. Jadi tidak akan mengganggu. Saya sebagai pelayan masyarakat, dan sebagai abdi negara tentu tidak akan mengganggu,” tandasnya.(jpg)

Respon Anda?

komentar