Maskapai Indonesia Diperbolehkan Mendarat di Bandara Amerika Serikat

527
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Kabar gembira, Amerika Serikat (AS) membuka langitnya untuk maskapai penerbangan Indonesia

Federal Aviation Administration (FAA) menyatakan, industri penerbangan Indonesia masuk kategori 1 karena memenuhi standar keselamatan dan keamanan.

Kepastian itu dinyatakan dalam surat FAA yang diberikan langsung oleh Duta Besar AS Ad Interim Brian McFeeters kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta kemarin (15/8).

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Suprasetyo mengatakan, ada beberapa keuntungan yang diperoleh Indonesia dari pengakuan itu. Salah satunya, maskapai penerbangan Indonesia sudah bisa melebarkan sayap hingga langit AS maupun negara lain yang menggunakan standar FAA.

Dampak positifnya diyakini merembet ke sektor pariwisata.

“Kita patut bersyukur. Berkat kerja keras semua pihak, ini menjadi hadiah ulang tahun ke-71 Indonesia,” ungkapnya seusai acara serah terima surat FAA bersama Kedutaan Besar AS.

Dengan kesuksesan itu, maskapai penerbangan Indonesia sudah bisa disejajarkan dengan negara-negara lain di ASEAN. Misalnya Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Filipina. Dia mengakui, pencapaian itu tidak mudah. Seluruh pihak telah bekerja keras selama satu tahun terakhir untuk bisa meraih kategori 1 FAA.

Hingga akhirnya, pada Februari-Maret 2016 maskapai Indonesia dinyatakan sudah memenuhi kriteria. Pengakuan FAA tersebut sejatinya dinanti sejak 2007. Saat itu pemerintah sempat mengajukan kategori 1 ke FAA, tapi tak lolos. Karena itu, dia minta seluruh pihak bisa mempertahankan prestasi itu.

Maskapai Garuda terpakai di terminal 3 baru bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (9/8/2016) dini hari. Setelah resmi dioperasikan, Garuda yang pertama terbang dari Terminal 3 baru Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan tujuan Ternate dan Jayapura.--Foto: Imam Husein/Jawa Pos
Maskapai Garuda terpakai di terminal 3 baru bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (9/8/2016) dini hari. Foto: Imam Husein/Jawa Pos

“Pada hari ini (kemarin, Red), seluruh maskapai Indonesia dapat terbang ke Amerika Serikat. Tugas kita ke depan adalah mempertahankan pemenuhan standar keselamatan penerbangan ini. Tetap konsisten dan tidak lengah,” ujarnya.

Suprasetyo juga berpesan agar semua maskapai mempersiapkan diri untuk segera mengajukan izin kepada otoritas penerbangan sipil AS. Dengan begitu, kesempatan yang sudah terbuka bisa segera dimanfaatkan dengan baik.

Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Komunikasi Publik/Hubungan Internasional Dewa Made Sastrawan menambahkan, untuk menaikkan peringkat FAA tersebut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah melakukan berbagai pembenahan.

Mulai sumber daya manusia (SDM), infrastruktur, organisasi, kelengkapan aturan, penegakan hukum (law enforcement), dan konsistensi dalam menerapkan aturan internasional yang berlaku.

“Khusus SDM, Kementerian Perhubungan juga menjalankan fungsi pengawasan dengan melakukan penambahan seratus tenaga inspektur operasi pesawat udara. Total inspektur operasi pesawat udara menjadi 135 orang,” jelasnya.

Vice President Corporate Communications Garuda Indonesia Benny S. Butarbutar menuturkan, keberhasilan tersebut merupakan kebanggaan tersendiri bagi Indonesia. Karena itu, semua pihak harus bersama-sama menjaganya.

“Bukan hanya Kemenhub atau pihak maskapai, tapi semuanya harus bekerja keras untuk mempertahankannya,” ujarnya. (mia/gen/c11/oki)

Respon Anda?

komentar