Minim Dukungan Pemilih Muda, Trump Capres Republik Terburuk dalam Sejarah AS

928
Pesona Indonesia
Donald Trump. (foto: telegraph)
Donald Trump. (foto: telegraph)

batampos.co.id – Beberapa media di Amerika Serikat baru-baru ini mengungkap fakta bahwa generasi yang lahir setelah 1980 dan sebelum 2000 mulai meninggalkan calon Presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump.

Menurut hasil survei terbaru USA Today/Rock the Vote Poll, Trump telah kehilangan pamornya di kalangan generasi muda, khususnya generasi millennial yang seangkatan dengan putri tertuanya, Ivanka.

”Dukungan responden yang berusia di bawah 35 tahun terhadap Hillary Clinton mencapai sekitar 56 persen. Sedangkan, dukungan golongan yang sama terhadap Donald Trump hanya sekitar 20 persen,” terang USA Today.

Dukungan minimal generasi muda terhadap Trump itu belum pernah dialami capres Republik mana pun. Gallup Organization menyebut dukungan kaum muda terhadap mendiang Richard Nixon yang diklaim terburuk pun masih lebih tinggi dari 20 persen.

Pada tahun 1972, saat masyarakat Negeri Paman Sam sedang getol-getolnya memprotes kebijakan Perang Vietnam, dukungan kaum muda untuk Nixon masih tercatat 32 persen.

Sejak Pemilihan Presiden (Pilpres) 2008, suara generasi muda menjadi hal penting, bahkan krusial. Sebab, pada Pilpres 2008 dan Pilpres 2012, presiden yang menang dalam pilpres adalah yang mendapat dukungan maksimal dari kaum muda.

Oleh karena itu, kali ini media menjadikan keberpihakan generasi muda sebagai tolok ukur proyeksi pilpres 8 November mendatang. (jpnn)

Respon Anda?

komentar