Pak Kadispar, Objek Wisata Pasir Panjang Lingga Terbengkalai

1160
Pesona Indonesia
Salah satu bagian Pantai Pasir Panjang di Lingga. Namun sayang, infrastruktur pendukung di sana rusak dan tak terurus. Foto: www.flickr.com
Salah satu bagian Pantai Pasir Panjang di Lingga. Namun sayang, infrastruktur pendukung di sana rusak dan tak terurus. Foto: www.flickr.com

batampos.co.id – Kondisi objek wisata Pasir Panjang atau dikenal juga sebagai Karang Bersulam, milik pemerintah Kabupaten Lingga terbengkalai. Sejak minimnya keuangan daerah membuat lokasi wisata yang menjadi tujuan akhir pekan warga pulau Lingga ini tak terurus.

Pantauan di lapangan, mulai dari bibir pantai hingga lokasi gazebo dan bangunan panggung seni yang dibangun pemerintah beberapa waktu lalu penuh dengan sampah plastik. Sebagian besar merupakan sisa makanan yang dibawa pengunjung.

“Sayang sekali, objek wisata yang selalu ramai pada akhir pekan tapi tidak ada kesadaran pengunjungnya. Samphnya menumpuk,” kata Rudi, salah seorang pengunjung.

Selain minimnya sadar wisata para pengunjung, dilokasi juga tidak terlihat pengelola objek wisata yang mengurusi. Sarana dan prasarana yang telah dibangun banyak yang rusak tanpa ada prawatan.

“WC yang ada tidak bisa digunakan. Tong sampah juga tidak tersedia. Ini juga yang menjadi keluhan pengunjung,” tambahnya.

Padahal kata Rudi, lokasi wisata yang hanya berjarak 20 menit dari Daik, ibukota kabupaten Lingga dengan akses yang telah tertata baik selalu menjadi tujuan wisatawan luar yang datang ke pulau Lingga.

Kondisinya semakin tak terurus, ilalang yang tumbuh liar memberikan kesan buruk dan kumuh. Belum lagi, lokasi perairan pantai yang tidak nyaman karena banyak buaya muara.

Sampai saat ini, pihak terkait sebagai pengeloa belum juga memasang rambu-rambu sebagai himbauan kepada pengunjung.

Sementara itu, pemerintah kabupaten Lingga mewacanakan pariwisata sebagai salah satu visi misi diera pemerintahan yang baru. Disisi lain belum ada keseriusan pemerintah menghidupkan dan menata aset pariwisata alam dengan baik dan nyaman sebagai pundi-pundi keuangan daerah. (mhb)

Respon Anda?

komentar