Polres Pasbar Sita 20 Ton Pupuk Ilegal

804
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Jajaran Satreskrim Pasbar bekerjasama dengan Satreskrim Polsek Pasaman berhasil menggagalkan 400 pupuk ilegal seberat 20 ton di tempat yang berbeda.

Pupuk ilegal tersebut dipasok pelaku dari kawasan Gresik, Jatim. Selain pupuk petugas juga mengamankan tersangka bersama satu unit mobil pik up dan satu gudang pupuk di tempat terpisah.

Para pelaku bersama barang bukti kini diamankan polres setempat guna proses hukum selanjutnya. Peristiwa penangkapan ini dilakukan opada pukul 17.00, Kamis (11/8) di depan SPBU Batang Toman Nagari Lingkungaua, Kecamatan Pasaman, Pasbar.

Kapolres Pasbar AKBP Djoko Ananto didampingi Kasat Reskrim AKP Riko Pernanda mengatakan, ketiga pelaku itu adalah Hariyanto, 35, petani , warga, Wakid, 38, sopir dan Sunaryo, 34, wiraswasta. Ketiga pelaku ini merupakan warga Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jatim.

Mereka ditangkap karena sedang memperdagangkan diduga pupuk oplosan/palsu merk NPK Mutiara. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut diketahui bahwa pupuk tersebut sebelumnya telah terjual sebanyak 2 karung kepada konsumen atas nama Samsor, 40, petani, warga Padang Rajo Jorong Padang Rajo, Nagari Kinali, Kecamatan Kinali.

Kemudian dilakukan pengembangan lebih lanjut dan pada pukul 20.30, petugas kembali menemukan pupuk oplosan/palsu merk NPK Mutiara sekitar 400 karung (20 ton) di rumah kontrakan tiga orang tersangka tersebut di Jorong Bandarejo Nagari Lingkungaua, Kecamatan Pasaman, Pasbar.

Setelah diamankan, tindakan yang dilakukan petugas adalah berkoordinasi dengan saksi yang dianggap mengetahui untuk menentukan secara awal apakah diduga pupuk tersebut palsu/oplosan.

Teknisnya melalui pemeriksaan manual menggunakan alat metode dasar oleh saksi Ir. Mujiono,50, wiraswasta, warga Bandarejo Jorong Bandarejo Nagari Lingkungaua Kecamatan Pasaman, Pasbar.

Kepada petugas, Mujiono menerangkan pupuk NPK merk Mutiara tersebut diduga palsu. Karena kandungan unsur hara dan komposisi tidak sesuai serta tidak tepat dengan pupuk NPK merk Mutiara yang asli.

“Kita juga akan segera berkordinasi dengan ahli untuk menentukan jenis dari pupuk tersebut,” kata Kasat Reskrim Riko seperti diberitakan Padang Ekspress (Jawa Pos Group), hari ini (16/8).

Dikatakan, aksi penangkapan tersebut bermula ketika petugas dari Reskrim Polsek Pasaman mencurigai gerak-gerik satu unit mobil pik up yang tengah mengisi bahan bakar minyak premium di SPBU Batang Toman.

Setelah diselidiki petugas berhasil menemukan tiga belas karung pupuk yang tidak memenuhi syarat yang dibawa oleh dua orang tersangka.

Setelah memeriksa kedua tersangka, lalu petugas dari Polsek Pasaman bekerja sama dengan Satreskrim Polres Pasbar melakukan pengembangan. Seiring dengan itu petugas berhasil menemukan gudang penyimpanan pupuk mereka di kawasan Bandarejo.

Di gudang ini, petugas berhasil menemukan sekitar 400 karung pupuk dan satu orang tersangka lagi. Kepada petugas, tersangka ini mengaku bahwa pupuk tersebut didatangkan dari Gresik, Jatim. Alat transfortasi membawa barang haram tersebut menggunakan jasa ekpedisi. Direncanakan pupuk tersebut akan dijual di wilayah Pasbar dengan harga di atas Rp200 ribu.

Padahal harga eceran tertinggi pupuk tersebut sekitar Rp600 ribu kg/karung. “Ya, tersangka menjual pupuk tersebut tidak sesuai dengan prosedur. Kemudian pada karung pupuk tersebut tidak tertera kandungan atau komposisi pupuk,” sebut Riko.

Dikatakan, petugas juga akan melakukan penyeledikan dengan mengambil sample pupuk dan mamastikannya kepada pihak yang berwanang. Untuk sementara waktu ketiga tersangka dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Karena pada produk yang mereka jual tidak tertera kandungan atau kompisisi pupuk.

Sehingga hal tersebut dapat merugikan konsumen. Bahkan saat ini satu orang korban asal Kinali, Kecamatan Kinali, Pasbar sudah melapor ke Polres Pasbar, akibat dirinya merasa tertipu. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, ketiga tersangka bersama satu unit mobil Colt SS 120 pick up dengan plat polisi nomor S 83733 AC berisi 13 karung pupuk diamanakan di Mapolres Pasbar.

Sedangkan petugas juga menyita dan memasang garis polisi pada gudang penyimpanan tersangka. Saat ini petugas masih mendalami keterlibatan dan jaringan lainnya yang diperkirakan ikut dalam penyelewangan pupuk ilegal tersebut. (jpg)

Respon Anda?

komentar