Propam Polda Larang Polwan Kenakan Seragam Ketat dan Perhiasan Mencolok

851
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Polisi wanita (polwan) yang ketahuan mengenakan pakaian ketat akan diberi sanksi. Begitu juga polwan yang mengenakan perhiasan secara mencolok.

Pengetatan cara berpakaian itu diawali dengan razia, Senin (15/8) oleh Polda Jatim.

Pemeriksaan dadakan Subbid Provos Bidang Propam Polda Jatim tersebut dilakukan setelah apel pagi. Pengawas polisi itu meminta seluruh polwan yang berpangkat AKBP hingga brigadir tetap berada di lapangan setelah apel.

Satu per satu polwan diperiksa secara detail. Mulai tata cara berpakaian, ikat pinggang, sepatu, penataan dan panjang rambut, hingga panjang kuku.

Bukan itu saja, petugas juga memeriksa aksesori yang dikenakan seluruh polwan. Mulai kalung, jam tangan, sampai gelang.

Kasubbid Provos Bidang Propam Polda Jatim AKBP Eddwi Kurniyanto mengatakan, razia itu dilakukan untuk mengecek penampilan polwan secara keseluruhan.

Menurut dia, sebagai aparat penegak hukum, polwan diharuskan berpenampilan sopan.

”Sebenarnya sudah ada aturannya sejak lama. Tapi, perlu diingatkan lagi,” katanya.

Menurut dia, beberapa poin yang dipantau Propam terkait dengan penampilan yang menonjolkan keseksian dan dandanan yang berlebihan.

Misalnya, polwan mengenakan seragam yang sangat ketat sehingga memunculkan kesan negatif di luar kapasitasnya sebagai anggota polisi.

Kasubbid Provos Bidang Propam Polda Jatim AKBP Eddwi Kurniyanto memimpin razia penampilan polwan. foto: Eko Priyono/Jawa Pos
Kasubbid Provos Bidang Propam Polda Jatim AKBP Eddwi Kurniyanto memimpin razia penampilan polwan.
foto: Eko Priyono/Jawa Pos

Dia lantas menyebut pemakaian rok di atas lutut dan celana ketat. Gaya berpakaian seperti itu, menurut Eddwi, menyimpang dari ketentuan yang diberlakukan untuk anggota polisi.

Hal itu kerap menjadi bahan obrolan di media sosial sehingga berdampak pada citra kepolisian. Selain itu, polwan dilarang memakai kalung dan gelang saat berdinas.

Larangan tersebut bertujuan menghindarkan polisi dari kesan hidup glamor.

”Kalau pakai perhiasan nggrembel saat bertugas kan juga tidak baik dilihat,” ucapnya.

Polisi dari Malang itu mengatakan, dalam razia kemarin ditemukan 25 polwan yang melanggar. Jenis pelanggaran bervariasi.

Ada polwan yang bercelana ketat, berkuku panjang, mengenakan sepatu yang tidak bertali, memakai kalung, dan mengenakan baju bermotif.

Ada juga polwan yang memiliki rambut panjang. Bahkan, ada polwan yang rambutnya disemir dengan warna mencolok.

”Yang seperti itu dilarang keras. Kalau seperti itu dibiarkan, nanti malah dicontoh anggota lain,” tegasnya.

Mantan Kasubbid Penmas Polda Jatim itu mengatakan, polisi juga dilarang mengunggah foto dan video yang berisi gaya hidup mewah ke media sosial.

Tujuannya memberikan contoh hidup sederhana dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial.

Dari penelusuran sejauh ini terhadap gambar dan video yang terkait dengan cara berpakaian serta gaya hidup berlebihan, tidak ada yang dilakukan oleh polisi dari Jatim.

Karena itulah, dia melakukan razia agar hal tersebut tidak terjadi di lingkungan Polda Jatim. Dia menegaskan, temuan pelanggaran itu langsung didata.

Polwan yang melanggar hanya mendapat teguran langsung. Jika kesalahan yang sama diulang, sanksinya bisa sampai sidang disiplin.

”Ini menjadi salah satu atensi Pak Kapolri,” ujarnya. (eko/c11/oni/sep/JPG)

Respon Anda?

komentar