Realiasi PAD Kabupaten Karimun Capai Rp220 Miliar

241
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Meski kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten Karimun mengalami defisit sejak tahun lalu sampai dengan saat ini akibat pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat ditambah dengan belum dibayarnya secara keseluruhan dana tunda salur (DTS) dari Pemerintah Provinsi Kepri, namun untuk masalah pendapatan asli daerah (PAD)  berjalan lancar.

”Alhamdulillah, memang secara umum daerah mengalami defisit keuangan. Namun, untuk pencapaian PAD kita sampai dengan bulan ini realisasinya sudah mencapai Rp220 miliar dari target awal pada pembahasan APBD murni 2016 sebesar Rp300 miliar lebih,” ujar Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Karimun, Mohammad Firmansyah kepada Batam Pos,  Senin (15/8).

Dikatakannya, jika melihat waktu yang masih ada sisa 4 bulan lagi, maka dia optimis target PAD pada tahun ini dapat dicapai. Untuk itu, pada pembahasan di APBD Perubahan nanti target PAD akan ditingkatkan. Yakni, berkisar pada Rp361 miliar. Ditingkatknnya target PAD mengingat darti beberapa sektor yang menjadi lumbung penerimaan daerah tidak terganggu dengan kondisi defisit keuangan daerah.

”Dari 11 sektor yang menjadi sumber PAD kita, yang paling dominan memberikan kontribusi pada pajak bukan logam dan mineral. Pajak daerah yang dimaksud adalah eskpor batu granit ke Singapura. Kemudian, yang memberikan kontriobusi cukup besar juga termasuk pembayaran pajak hotel dan juga restoran. Sedangkan, untuk sektor penangkaran sarang walet kita tidak bisa berharap banyak. Karena, selama bertahun-tahun targetnya tidak pernah tercapai,” jelasnya.

Makanya, lanjut Firman, target pajak daerah dari sarang burung walet tidak begitu besar. bahkan, mengalami penurunan target. untuk itu, dia menghimbau dan mengajak kepada seluruh masyarkat, khususnya yang memiliki usaha untuk taat dalam membayar pajak daerah. Karena, dengan membayar pajak berarti masyarakat Karimun ikut bersama-sama meningkatkan pembangunan di karimun. (san)

Respon Anda?

komentar