Wartawan Batam Minta Kepala Staf TNI AU Usut Kasus Medan

903
Pesona Indonesia
Wartawan Batam saat demo. foto: eggy / batampos
Wartawan Batam saat demo.
foto: eggy / batampos

batampos.co.id – Jurnalis dari berbagai media di Kota Batam, menggelar aksi solidaritas terkait penganiayaan yang dilakukan sejumlah oknum TNI AU kepada dua orang wartawan MNC grup dan Tribun Medan.

Dalam aksinya di bundaran BP Batam Selasa (16/8) siang tadi, jurnalis Batam mendesak Panglima TNI AU agar segera mengusut tuntas aksi penganiayaan yang dialami oleh Array dan Andri Safrin saat meliput bentrok warga dengan TNI AU terkait permasalahan lahan di Polonia seluas 591,3 Hektar.

“Aksi ini merupakan aksi serupa yang dilakukan di seluruh Indonesia. Aksi yang kami lakukan ini, terkait penganiayaan terhadap saudara kita wartawan MNC dan Tribun Medan,” ungkap salah seorang wartawan Agus Siswanto, Selasa (16/8).

Wartawan Detik.com dan Trans 7 itu mengatakan bahwa aksi pemukulan terhadap wartawan yang dilakukan oleh TNI AU bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya pada saat bulan oktober 2015 lalu oknum TNI AU juga melakukan pemukulan terhadap wartawan saat meliput insiden jatuhnya pesawat jatuh di Pekanbaru.

“Insiden ini tentunya menjadi luka yang mendalam bagi kami semua. Hal ini sepatutnya tidak terjadi lagi,” ujarnya lagi.

Selain itu, Agus juga berharap oknum yang melakukan penganiayaan terhadap oknum wartawan agar disidangkan.

“Kami meminta panglima untuk memecat oknum yang melakukan penganiayaan dan hukuman kepada pelaku seperti ini nantinya dibawa ke peradilan umum,” pungkas Agus. (egi)

Respon Anda?

komentar