Archandra: Maafkan Kalau Pulsa Bapak-Bapak Terbebani dengan Berita Trending Topic Tentang Saya

4338
Pesona Indonesia
Mantan Menteri ESDM Arcandra Tahar usai memberikan ceramah di Masjid Agung Al Azhar, Jakarta, Selasa (16/08/2016). Arcandra diberhentikan Presiden Joko Widodo karena dwi kewarganegaraan.--Foto: Imam Husein/Jawa Pos
Mantan Menteri ESDM Arcandra Tahar usai memberikan ceramah di Masjid Agung Al Azhar, Jakarta, Selasa (16/08/2016). Arcandra diberhentikan Presiden Joko Widodo karena dwi kewarganegaraan.–Foto: Imam Husein/Jawa Pos

batampos.co.id – Usai diberhentikan oleh Presiden Joko Widodo, Arcandra Tahar tidak lagi datang ke kantor Kementerian ESDM di Jalan Medan Merdeka Selatan. Bisa jadi, itu karena tidak ada seremoni berpindahnya jabatannya atau tidak ada lagi barang yang perlu dikemasi.

Dia terakhir terlihat memasuki kantor kementerian, pada Senin (15/8/2016) malam sebelum Mensesneg Pratikno mengumumkan pemberhentiannya. Kemarin, Arcandra muncul di Masjid Al Azhar Kebayoran Baru, Jakarta. Dia yang mengenakan batik memberikan tausiyah kepada jamaah setelah menunaikan salat duhur bersama.

Memberikan tausiyah bisa jadi bukan perkara sulit baginya. Sebab, sosok yang dikenal cerdas di bidang offshore engineering itu merupakan guru ngaji Amerika Serikat. Itulah kenapa, dia sangat fasih dalam membaca ayat suci Al Quran. Apa yang dia sampaikan juga mengutip banyak ayat.

Bahasan yang dia sampaikan siang itu adalah menjadi umat terbaik yang selalu berpegang pada Allah. Dia memberikan contoh soal kisah perjalanan karirnya yang singkat.

’’Tiga minggu yang lalu, saya sendiri tidak tahu akan menjadi menteri. Lalu, kemarin akhirnya saya tidak jadi menteri lagi,’’ ujarnya.

Arcandra yang fasih dalam mengartikan ayat suci, termasuk membedah akar katanya mengatakan bahwa umat terbaik adalah yang melakukan amar maruf nahi mungkar. Yakni, menganjurkan hal-hal yang baik dan mencegah yang buruk. ’’Apakah umat terbaik itu saat di posisi menteri? Tidak,’’ katanya.

Dia juga mengatakan, ada yang tanya bagimana rasanya setelah tidak menjadi menteri. Lulusan master dan doktor dari universitas di AS itu menyebut sama saja. Sebab, masih makan nasi, tetap orang Indonesia keturunan Padang. ’’Saya masih manusia biasa,’’ tuturnya.

Arcandra berbicara selama 10 menit menyebut apa yang terjadi padanya bukan cobaan. Sebab, semuanya sudah digariskan oleh Allah. Katanya, apa yang terjadi pada dirinya merupakan bukti dari kun fayakun atau jadilah. ’’The best planner itu Allah. Manusia hanya bisa berencana,’’ ucapnya.

Usai memberikan tausiyah, sempat ada dialog dengan jamaah yang menanyakan soal pemberhentiannya. Arcandra tidak mau menjawab itu. Dia malah meminta maaf kalau ada yang salah darinya.

’’Mungkin pulsa bapak-bapak terbebani karena trending topic saya. Mohon ikhlaskan juga waktu bapak karena anak satu ini,’’ katanya.

Kepada para jamaah, dia mengaku tidak punya niat untuk mencari kehebohan atau ketenaran dengan hal seperti ini. Setelah itu, dia meninggalkan masjid untuk menuju kantor pengurus Yayasan Pesantren Islam Al Azhar. Selama berjalan, dia tidak mau banyak bicara soal keputusan presiden.

Dia hanya mengulang pernyataannya saat memberi tausiyah bahwa semuanya sudah diatur oleh Allah. Begitu juga saat ditanya soal kabar yang mengatakan dia stateless karena sudah tidak lagi berstatus sebagai WNI dan WN Amerika. ’’Sudah ya,’’ katanya singkat.

Sekitar 20 menit lamanya Arcandra berada di kantor yayasan. Dia lantas meninggalkan Masjid Al Azhar melalui pintu lain yang tidak ditunggu oleh wartawan. Saat keluar, dia masih mengenakan sandal. Begitu masuk di dalam mobilnya, Arcandra baru memasang sepatu.

Namun, selama perjalanan menuju mobil dia tetap tutup mulut. Sesekali hanya memberikan senyum dan mengucapkan perpisahan dengan pengurus yayasan Masjid Al Azhar.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo hingga saat ini tidak memberikan pernyataan apapun mengenai Arcandra. Seharian kemarin, Jokowi berada di parlemen dalam rangka pidato kenegaraan dan penyampaian nota keuangan 2017.

Pukul 09.00, Presiden menyampaikan pidato di sidang tahunan MPR. satu setengah jam kemudian, dia berpidato di hadapan DPR dan DPD. Usai berpidato, Jokowi langsung keluar dan turun menggunakan lift. Sesaat setelah keluar dari pintu utama ruang sidang Paripurna, awak media sempat meminta Jokowi untuk memberikan pernyataan mengenai Arcandra. Jokowi hanya tersenyum kemudian berlalu menuju lift.

Informasi yang diperoleh koran ini, Jokowi sempat kembali sejenak ke istana saat jeda. Pukul 14.00, Presiden sudah berada di ruang sidang Paripurna untuk menyampaikan nota keuangan 2017. Usai menyampaikan nota keuangan, dia langsung keluar dari parlemen tanpa memberikan statemen apapun. (dim/owi/jpgrup)

Respon Anda?

komentar