Archandra Tahar: Jadi Menteri Belum Tentu Jadi Umat Terbaik

2766
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Archandra Tahar memberikan kultum (kuliah tujuh menit) di Masjid Al-Azhar Kebayoran Baru Jakarta, usai salat zuhur, Selasa (16/8/2016).

Ini kemunculan pertama Archandra setelah dicopot dari posisi menteri ESDM karena status kewarganegaraan.

Dalam kultumnya, Archandra menuturkan, menjadi menteri, belum tentu menjadi umat terbaik. Umat terbaik itu adalah di saat seorang muslim bisa melakukan mar ma’ruf nahi mungkar (menyeru padakebaikan dan mencegah kemungkaran) di manapun posisi sesorang.

“Baik dalam posisi formal sebagai pejabat maupun masyarakat. Itu sakah satu ciri umat terbaik,” ujar Archandra yang siang itu mengulas ayat Alquran terkait umat terbaik.

Archandra juga menjawab pertanyaan soal apa bedanya menjadi pejabat dengan masyarakat biasa? Archandra mengatakan tidak ada bedanya.

“Saya masih makan nasi, saya masih orang Indonesia, kebetulan keturunan Padang. Saya belum mampu memakan kayu dan belum mampu memakan mic ini, berarti saya masih manusia biasa,” ujarnya.

Di acara pelantikan jadi menteri ESDM 20 hari sebelum ia dicopot, Archandra mengaku mengucapkan doa, “Ya Allah, Jadikan Takutku Padamu ya Allah membimbing aku menerima amanah ini,” ujarnya, mengingat kembali doa yang ia ucapkan.

Archandra juga menjelaskan meninggalkan Indonesia tahun 1986 dan kembali tiga hari sebelum dilantik jadi Menteri ESDM. “Saya dilantik hari Rabu, datang hari Minggu. Kalau Allah berhendak, Kun Fayakun, Jadi. Dan kita juga menjadi saksi kemarin kalau Allah berkehendak Kun Fayakun, jadi…,” ujarnya.

Apakah ini sebuah cobaan? “Saya katakan ini bukan cobaan, semua sudah digarikan oleh Allah..,” ujar Archandra. (selengkapnya simak videonya).

Archandra Tahar memang dikenal muslim yang taat meski bermukim lama di Amerika. Pemahamannya terhadap Alquran dan Hadits cukup mumpuni. (nur)

Respon Anda?

komentar