Jangan Menagis Gloria, Kamu Boleh Jadi Warga Negara Indonesia

1999
Pesona Indonesia
Gloria Natapradja Hamel (kiri) dan Menteri Pemuda dan Olaraga Imam Nahrawi memberikan keterangan pers di Kantor Menpora, Jakarta, Selasa (16/08/2016). Foto: Imam Husein/Jawa Pos
Gloria Natapradja Hamel (kiri) dan Menteri Pemuda dan Olaraga Imam Nahrawi memberikan keterangan pers di Kantor Menpora, Jakarta, Selasa (16/08/2016). Foto: Imam Husein/Jawa Pos

batampos.co.id – Gloria Natapradja Hamel benar-benar gagal menjadi anggota Pasukan PengibarBendera Pusaka (Paskibraka) di Istana Negara pada 17 Agustus 2016, tadi. Namanya telah dicoret beberapa hari lalu karena ia ternyata masih berkewarganegaraan Prancis.

Meski siswi kelas X SMA Islam Dian Diaktika Cinere, Depok itu sudah mendapatkan tugas baru karena  didapuk untuk jadi Duta Kemenpoar yang akan membantu memberikan motivasi buat para pemuda di seluruh Indonesia, namun kesedihan tampak masih menghiasi wajah Gloria.

Bahkan, saat bertemu dengan Menpora Imam Nahrawi di Media Center Kemenpora Selasa  sore (16/8/2016), Gloria berkaca-kaca saat menyampaikan kondisinya.

Dalam kesempatan yang sama, Gloria mengatakan bahwa dirinya akan tetap memilih Indonesia sebagai status kewarganegaraannya.

’’Saya ini generasi penerus bangsa, kejadian ini hanyalah awal, bukan akhir dari segalanya,’’ ujar Gloria.

Selama berbulan-bulan menjalani pendidikan dan latihan paskibraka, Gloria mengaku semakin cinta dan bangga akan pilihannya jadi warga negara Indonesia. Meski saat ini dia masih mengantongi paspor Prancis, Gloria mengaku akan segera mengurus segala sesuatunya.

Krisruh berawal saat Kemenpora berniat membawa tim Paskibraka studi banding ke Malaysia 21-24 Agustus mendatang.

Pekan lalu, saat mengumpulkan paspor para pasukan Paskibraka diketahui kalau Gloria masih memegang paspor Prancis.

Dari situ pula, polemik berlanjut hingga saat gladi kotor dan gladi resik upacara di Istana Gloria tidak diikutsertakan.

Alhasil, hari ini (17/8/2016), dia hanya menjadi undangan, menyaksikan rekan-rekannya menjadi pasukan pengibar bendera di Istana Presiden, Jakarta. Menpora, Imam Nahrawi mengaku kaget dan terpukul atas kejadian ini.

’’Dia Hanya punya paspor Prancis dan punya surat izin tinggal di Indonesia sampai 2021,’’ ujar Imam.

Pangkal masalahnya yakni, Persoalannya, UU 12/2006 tentang kewarganegaraan mensyaratkan anak seperti Gloria yang lahir sebelum 1 Agustus 2006 untuk melapor ke kementerian.

Laporan itu untuk mendapatkan status WNI sebelum dia memilih kewarganegaraannya pada usia 18 tahun. ’’Nyatanya, dia belum diaftarkan,’’ lanjut menteri asal PKB itu.

Meski demikian, Imam mengaku kagum atas kegigihan dan ketegaran Gloria atas masalah yang dia hadapi. Terkait studi banding di Kuala Lumpur, Malaysia, Imam mengaku masih akan berusaha supaya dia tetap bisa berangkat.

Sementara itu, menkum HAM Yasonna H Laoly menjelaskan, Gloria sebenarnya berhak memperoleh dwikewarganegaraan karena belum berusia 18 tahun. Namun, kewajiban mendaftarkan Gloria sebagai WNI sebelum 1 Agustus 2010 terlewatkan oleh orang tuanya.

’’Sehingga dia kehilangan kesempatan memperoleh dwikewarganegaraan,’’ terangnya di kompleks MPR-DPR kemarin.

Di saat yang bersamaan, Gloria sudah memegang paspor Prancis. Alhasil, dia dinyatakan sebagai WN Prancis. ’’Kalau mau jadi WNI, saat usia 18 tahun dia bisa apply. Di situ kesempatan dia,’’ tambah politikus PDIP itu.

Sementara itu, Ditjen Imigrasi menyatakan tidak ada masalah dengan dokumen kewarganegaraan Gloria. Kabag Humas dan Tata Usaha Ditjen Imigrasi Heru Santoso Ananta Yudha mengatakan Gloria merupakan pemegan Kitap (Kartu Izin Tinggal Tetap).

’’Dia pemegang Kitap karena hasil pernikahan campur WNI dan WNA,’’ ujar Heru saat dihubungi Jawa Pos kemarin. Sesuai perundangan, Gloria juga masih diperkenankan memiliki dwi kewarganegaraan. Namun nanti jika usianya menginjak 18 tahun, maka dia harus melapor untuk memilih kewarganegaraan.

Menurut Undang-undang Kewarganegaraan No. 12 / 2006, anak dari orang tua campuran diberikan pilihan sampai usia 18 tahun. Paspor Prancis yang dimiliki Gloria tidak serta merta menggugurkan dirinya sebagai warga negara Indonesia.

Sebab paspor Prancis yang dipegang Gloria bisa diartikan hanya sebagai dokumen perlintasan negara.

Sementara itu, Usman Hamid, pendiri Change.org Indonesia, menyebutkan petisi yang meminta agar Gloria bisa dikembalikan ke pasukan paskibraka mendapatkan gelombang dukungan yang besar. Hingga kemarin, sudah ada 21 ribu penandatangan petisi dalam waktu kurang dari seminggu.

’’Saya sudah sampaikan petisi tersebut kepada Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly. Dia mengaku tidak bisa karena ada peraturan transisi,’’ ujarnya.

Namun, dia pun menyadari harapan masyarakat agar Gloria bisa ikut mengibarkan bendera Merah Putih di Istana Negara. Dasar yang mereka gunakan dalam Undang-undang nomor 12 tahun 2006 jelas menyatakan bahwa Gloria masih punya hak untuk diakui sebagai WNI.

’’Yang jelas masyarakat kecewa dengan keputusan pemerintah,’’ ungkapnya. (nap/byu/gun/bil)

Respon Anda?

komentar