Menteri Susi Resmikan Puskodal Satgas 151 di Natuna

1341
Pesona Indonesia
Susi Pudjiastuti. Foto: tempo.co
Susi Pudjiastuti. Foto: tempo.co

batampos.co.id – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudji Astuti meresmikan pusat komando pengendalian satuan tugas 151 pemberantasan penangkapan ikan secara ilegal (Illegal fishing) di Lanal Ranai, Rabu (17/8).

Puskodal satgas 151 merupakan kerjasama dan gabungan instansi, baik dari Lanal Ranai, KKP (PSDKP,red),  Polair, Bakamla dan Kejaksaan negeri Ranai. Peresmian dilaksanakan usai melaksanakan upacara pengibaran bendera detik proklamasi di pantai Kencana Ranai.

Ditegaskan Susi, dibangunnya Puskodal di Natuna, merupakan tindakan tegas pemerintah, untuk menjadikan Natuna sebagai harapan nusantara.

“Natuna bagian Indonesia, begitu juga pulau terluar lainnya. Dalam pidato presiden, membangun dalam perubahan. Dulu pembangunannya adalah Java Centris, tapi sekarang Indonesia centris,” tegas Susi.

Natuna dikatakan Susi, salah satu wilayah yang sangat kaya sumber daya alam.  Baik dari minyak bumi, gas alam, ditambah kekayaan ikan dan sda blm digali, seperti rumput laut, teripang, udang maupun lobster.

“Satgas 151 menjada kedaulatan wilayah laut Natuna yang berada diujung paling luar,” kata Susi.

Dikatakan Susi, Natuna adalah tempat penjarahan, baik korporasi, oleh pengusaha, nelayan. Sekarang harus stop, terutama perikanan tangkap investasi asing, harus nelayan indonesia, pengusaha gerak bersama isi kekosongan.

Disatu sisi, Natuna adalah titik peninggalan sejarah, menjadi jalur pelayaran. Sehingga banyak kapal tenggelam membawa barang berharga. Satgas 151 menjaga laut, untuk sumber sejarah, sebagai kebesaran bangsa yang nengerti sejarah.

“Saya punya keyakinan, jika ada komitmen bersama kerja lebih baik, Natuna tidak menjadi ajang penjarahan BKMT, merupakan sejarah peradaban pelayaran niaga di Natuna. Bersama tim saya titip NKRI, kedaulatan dan kejayaan,” pesan Susi.

Selain resmikan Puskodal Satgas 151, Menteri Susi juga meninjau rumah penampungan nelayan asing dikomplek Lanal Ranai. Dan diperlihatkan bahan peledak yang digunakan nelayan menangkap ikan secara ilegal. (arn)

Respon Anda?

komentar