12 Oktober 2016, Wapres Jusuf Kalla Baca Puisi

947
Pesona Indonesia
Wapres Jusuf Kalla. Foto: jawapos.com
Wapres Jusuf Kalla. Foto: jawapos.com

batampos.co.id – Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dijadwalkan membaca puisi sekaligus memberi sambutan pada Malam Anugerah Hari Puisi Indonesia pada 12 Oktober 2016.

Ini bagian dari rangkaian acara puncak peringatan Hari Puisi Indonesia yang diadakan di Taman Ismail Marzuki (TIM) pada 11-12 Oktober 2016. Panitia Hari Puisi Indonesia telah bertemu Staf Khusus Wakil Presiden Alwi Hamu pada Selasa, 16 Agustus 2016, untuk menyampaikan maksud tersebut. Pembaca puisi lain adalah menteri, duta besar, pemimpin daerah, tokoh masyarakat dan penyair.

“Pak Alwi Hamu memberi apresiasi terhadap acara ini dan akan membicarakannya dengan Pak JK,” kata Ketua Panitia Hari Puisi Indonesia Asrizal Nur di Jakarta, Rabu, 17 Agustus 2016. Menurut Asrizal, dalam pertemuan yang dihadiri Ketua Yayasan Hari Puisi Indoneia Maman S Mahayana, Sekretaris Panitia HPI Mustafa Ismail dan Bendahara HPI Ariany Isnamurti itu, Alwi menyampaikan bahwa Jusuf Kalla juga suka puisi.

Alwi, dituturkan Asrizal, mengisahkan bahwa dalam sebuah perjalanan ke Ambon pada 2004, Jusuf Kalla tiba-tiba meminta kertas kepada Alwi. “Tiba di tujuan, puisinya sudah jadi,” ujarnya. Kala itu, Jusuf Kalla, yang merupakan motor sekaligus mediator perdamaian di Ambon, menggoreskan harapan-harapannya tentang Ambon yang dilanda konflik.

Maman Mahayana menambahkan bahwa dalam kesempatan itu panitia juga menyampaikan bahwa Indonesia perlu memiliki Hari Puisi yang dirayakan secara nasional. Sebab, puisi tidak hanya sebagai medium eksperesi, juga memuat nilai-nilai spirit dalam berbangsa dan bernegara. Maman mencontohkan puisi-puisi yang bisa menggelorakan perjuangan dan perlawanan rakyat pada masa penjajahan. “Puisi itu mengusung nilai-nilai dan bisa membangkitkan semangat,” ujar kritikus sastra dari Universitas Indonesia ini.

Hari Puisi Indonesia dideklarasikan di Pekanbaru, Riau, pada 22 November 2012. Deklarasi itu dihadiri oleh sekitar 40 penyair yang mewakili berbagai provinsi di Indonesia. Selanjutnya, tiap daerah memperingati sendiri-sendiri hari puisi tiap 26 Juli, yang merupakan hari kelahiran Penyair Chairil Anwar. “Selama ini di sejumlah daerah penyair memperingatinya dengan cara masing-masing,” tutur Mustafa Ismail.

Selain baca puisi, puncak Hari Puisi Indonesia akan diisi pidato kebudayaan oleh sastrawan Ajip Rosidi, diskusi, panggung apriesiasi dan Sayembara Buku Puisi berhadiah total Rp 100 juta. Penyair dapat mengirim buku puisinya yang terbit pada 25 September 2015 hingga kini sebanyak lima eksemplar ke Sekretariat Panitia Hari Puisi Indonesia di PDS H.B. Jassin, Jl. Cikini Raya 73, Jakarta Pusat 10330.

Buku puisi harus memiliki ISBN (disertai tanda terdaftar ISBN) dan diterima paling lambat 30 September 2016. Dewan juri (Maman S Mahayana, Sutardji Calzoum Bahri dan Abdul Hadi WM) akan memilih buku puisi terbaik untuk mendapatkan hadiah Rp. 50 juta dan lima buku puisi pilihan masing-masing Rp 10 juta. “Buku-buku dari para penyair terus berdatangan,” kata Ariany Isnamurti yang juga Kepala PDS H.B. Jassin.

Salah seorang inisiator dan deklarator Hari Puisi, Rida K. Liamsi, menambahkan pada malam puncak peringatan Hari Puisi Indonesia akan diluncurkan dua buku antologi puisi. Pertama buku berisi puisi para penyair Indonesia yang pernah dimuat di rubrik Hari Puisi di Harian Indopos. Kedua, buku yang berisikan puisi-puisi penyair Indonesia yang khusus disiapkan untuk memeriahkan perayaan Hari Puisi.

Para penyair yang ingin berpartisipasi dalam buku itu masih ditunggu hingga 18 Agustus 2016. Puisinya dapat dikirimkan ke email: [email protected] Menurut Rida, kini sudah hampir 100 penyair yang mengirim puisi untuk buku berjudul “Matahari Cinta, Samudra Kata-kata” itu. “Sampai sore ini, 16 Agustus, sudah 951 halaman tebal buku antologi pusi HPI 2016,” tutur Rida di Grup WA Ruang Sastra, sebuah forum berisikan lebih 100 sastrawan Indonesia. [R]

Respon Anda?

komentar