Kupon Pangan, Solusi Pengganti Raskin Agar Lebih Tepat Sasaran

290
Pesona Indonesia
Stok beras di Gudang Bulog Dabo Singkep. foto:wijaya satria/batampos
Stok beras di Gudang Bulog Dabo Singkep. foto:wijaya satria/batampos

batampos.co.id – Baru beberapa pekan menjabat, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita membuat sebuah terobosan baru untuk memotong mata rantai pasokan pangan yang tak efisien.

Dalam waktu dekat, kementerian yang dipimpinanya bakal mengeluarkan kupon pangan. Tujuannya adalah untuk memperpendek rantai distribusi bahan pokok yang menjadi biang kerok melambungnya harga di pasaran.

”Dengan kupon stok terjaga, harga juga terjaga,” ujarnya di gedung Ditjen Pajak, Jakarta, kemarin.

Kupon pangan akan menggantikan skema beras untuk rakyat miskin (raskin).

Enggar menambahkan, kupon pangan berlaku efektif tahun depan. Kini aspek teknis dikaji, termasuk syarat bagi masyarakat yang berhak mendapatkan fasilitas tersebut.

”Sekarang belum ada angka kupon. Kami matangkan terlebih dulu. Kami kaji supaya kalau jalan tidak tergagap-gagap,” jelasnya.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang P. S. Brodjonegoro mengungkapkan, skema pemberian subsidi melalui kupon pangan pada 2017 merupakan transformasi bantuan pemerintah.

”Bantuan pangan 2017 kami transformasi di 44 kota yang pembagian berasnya tidak seperti dulu, yakni sekian kilogram per kepala keluarga. Tapi, per kartu yang hanya bisa ditukar untuk beli beras dan kebutuhan pokok lain,” terangnya. (jpg)

Respon Anda?

komentar