Pangko Ops TNI AU Hanya Bisa Minta Maaf

Warga Sari Rejo Medan bentrok dengan aparat TNI AU, dalam aksi demo di jalan SMA 2 Medan, Senin (15/8/2016). Dalam insiden ini, 8 warga ditembak, dua wartawan mengalami cedera. Foto: Sumutpos/jpg
Warga Sari Rejo Medan bentrok dengan aparat TNI AU, dalam aksi demo di jalan SMA 2 Medan, Senin (15/8/2016). Dalam insiden ini, 8 warga ditembak, dua wartawan mengalami cedera. Foto: Sumutpos/jpg

batampos.co.id – Bentrokan terjadi antara personel TNI AU dengan warga Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia pecah, kemarin (15/8). Akibatnya, enam warga dilaporkan menderita luka tembak. Sementara dua warga lainnya luka lembam di sekujur tubuh dan dua wartawan dianiaya.

Terkait itu, Panglima Komando Operasi I TNI AU, Marsekal Pertama (Marsma) Yuyu Sutisna turun ke Medan untuk angkat bicara soal kejadian tersebut.

“Saya sangat menyesali kejadian kemarin, ada korban luka dari masyarakat dan wartawan. Saya menyesali hal itu,” ujar Yuyu di Lanud Soewondo, seperti diberitakan sumutposĀ (Jawa Pos Group), hari ini (18/8).

Dia menegaskan, TNI AU tetap berencana akan membangun rumah untuk prajurit di lahan inventaris negara tersebut. Kata dia, pembangunan Rusunawa itu mendapat halangan dan demo dari masyarakat.

Alhasil, terjadi pemagaran oleh masyarakat di tempat yang akan dibangun Rusunawa. “Luas tanah itu 100×50 meter untuk dua lokasi,” sebut Yuyu.

Menurut Yuyu, pihaknya berupaya menertibkan aksi spontan yang digelar warga Sari Rejo. Soalnya, ada aksi pembakaran. Dia menilai, aksi pembakaran itu mengganggu arus lalu lintas.”Provokator ada satu orang kita tangkap karena ada perlawanan saat itu. Ketika diperiksa, dia dalam pengaruh minuman keras,” sebutnya.

Begitupun, TNI AU melepas seorang provokator tersebut. Sayang, kata Yuyu, massa malah anarkis dan terjadi pelemparan batu. Kata Yuyu, personel TNI AU menemukan anak panah dan gear sepedamotor.”Prajurit kita ada yang bawa senjata dan saat itu prajurit dalam keadaan terdesak. Sehingga menembakkan senjata ke udara dengan peluru karet. Ada juga anggota kita bawa pentungan dan tameng saat kejadian,” sambung Yuyu.

Lebih lanjut, Yuyu seolah menyalahkan wartawan yang tidak menggunakan seragam saat bentrok berlangsung. Soalnya, kata Yuyu, Kapentak Lanud Soewondo sudah mengkordinir wartawan. “Anggota enggak tahu, kebetulan ada wartawan yang tak pakai seragam dan jadi korban. Berdasarkan laporan yang saya terima, anggota kita amankan wartawan,” akunya.

Namun, saat disinggung awak media terkait dua wartawan yang terluka hingga masuk ke rumah sakit, Yuyu tidak banyak merincinya. Dia berdalih, anggota tak tahu saat wartawan bercampur dengan masyarakat.

“Kalau ada anggota yang bertindak berlebihan, saya mohon maaf, tak ada unsur sengaja. Prajurit kita juga ada yang terluka,” kata Yuyu.

Dia mengungkapkan, pihaknya tidak berkeinginan untuk melukai masyarakat dan wartawan. Yuyu juga mengaku sudah memberi arahan kepada jajarannya untuk menahan diri.”Kita sudah evaluasi. Saya imbau prajurit menahan diri dan mengimbau kepada masyarakat bila ada aspirasi yang perlu disampaikan silahkan bertemu dengan Komandan Lanud. Lebih baik musyawarah,” tutup Yuyu.

Sementara, Komandan Lanud Soewondo, Kolonel Penerbang (Pnb) Arifin Syahrir yang ditemui Sumut Pos di Lapangan Merdeka, menolak memberikan tanggapan. Padahal, saat itu wartawan koran ini hanya ingin bertanya soal tanggung jawab TNI AU terhadap warga sipil yang menjadi korban luka tembak dan luka lembam.

Meski sudah dipepet, Arifin tak memberikan tanggapan. Alhasil, Sumut Pos meminta tolong kepada Kepala Penerangan dan Perpustakaan Lanud Soewondo, Mayor Sus Jhoni Tarigan untuk memfasilitasi hal tersebut.

“Saya sudah telepon ajudan, hari ini jadwal padat sekali. Sampai malam. Ada acara kenegaraan ini,” kata Jhoni.

Begitupun, menurut Jhoni, Sumut Pos diminta untuk bersabar. Artinya, Jhoni akan berupaya akan memfasilitasi Sumut Pos agar dapat konfirmasi langsung kepada Komandan Lanud Soewondo.

“Besok Bapak (Danlanud) bersedia. Selesai acara pertemuan masyarakat Sari Rejo dengan Lanud Soewondo, saya akan menghubungi kamu lagi. Pokoknya, kita siap bantu agar dapat bertemu dengan Danlanud langsung. Saya terlalu jauh nanti kalau saya bicara. Besok betul ini. Beliau kan FKPD. Yang pasti, setelah kejadian itu, sudah pasti dikumpulkan seluruh anggota,” tandas Jhoni.

Ditanya, ada seorang warga bernama Adnan Kasogi Nasution (25) yang akrab disapa Ogik, diamankan oleh TNI AU dan diserahkan ke Polresta Medan, Jhoni belum dapat kabar itu.Ogik ditangkap lantaran dituduh melempar batu terhadap personel TNI AU. “Saya belum tau soal itu,” kata Jhoni.

Terpisah, Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto membenarkan, pihaknya telah menerima Ogik warga Jalan Pipa Utama Lingkungan 6 Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia itu, dari POM TNI AU. Ogik ditangkap saat sweeping berlangsung dan dituding melakukan pelemparan terhadap personel TNI AU.

“Dia tetap diproses,” kata Mardiaz.

Selain Ogik, sejumlah kendaraan yang diamankan oleh TNI AU juga diserahkan kepada polisi. Kata Mardiaz, kendaraan milik warga Sari Rejo itu saat ini di Mapolsek Medan Baru.”Kita dapat penyerahan POM AU. Adanya dikumpulkan sepedamotor di TKP. Bagi warga yang ingin mengambil sepedamotornya, bawa kepemilikan ke Polsekta Medan Baru. Jumlahnya saya kurang tau, tapi ada 10 unit lebih,” tandas Mardiaz. (jpg)

Respon Anda?

komentar