Pemerintah Pastikan Status WNI Archandra Tahar Dikembalikan

1121
Pesona Indonesia
Achandra Tahar saat bercanda dengan siswa Al-Azhar di Jakarta. Foto: dok. jawapos
Achandra Tahar saat bercanda dengan siswa Al-Azhar di Jakarta. Foto: dok. jawapos

batampos.co.id -Desakan dan kritikan publik atas pencopotan Archandra Tahar dari kursi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) karena persoalan kewarnageraan (pernah memiliki paspor AS) terus berlanjut. Archandra yang dibutuhkan Indonesia itu seharusnya dipertahankan.

Pemerintah akhirnya memastikan status warga negara Indonesia (WNI) Archandra Tahar dikembalikan.

Hal ini dijelaskan Dirjen Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM, Freddy Haris. Ia mengatakan langkah tersebut diambil lantaran dua pertimbangan.

Pertama, eks Menteri ESDM yang baru menjabat 20 hari tersebut kehilangan WNI lantaran di luar kesengajaan.

Kedua, Archandra dinilai berjasa pada negara, serta keahliannya dibutuhkan bangsa.

“Selama Pak Archandra menjabat menteri ESDM, dia berhasil menghemat uang negara hingga triliunan rupiah,” ujar Freddy, Rabu (17/8/2016).

Adapun mekanisme pengembalian Archandra berpatokan pada pasal 20 UU Kewarganegaraan.

“Dalam pasal itu disebutkan seseorang bisa dinaturalisasi menjadi WNI jika berjasa pada negara dan negara membutuhkannya,” ungkap dia.

Tak hanya itu, Freddy pun memastikan telah berbicara dengan Archandra. Dia mengatakan, berdasarkan pemeriksaan Ditjen AHU, Archandra diketahui tidak mengerti Pasal 23 UU Kewarganegaraan.

Yaitu, seseorang akan kehilangan kewarganegaraannya karena memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauannya sendiri.

“Tidak ada kebohongan yang disengaja, baik oleh Archandra atau pun presiden,” tegasnya.

Sebelumnya, Archandra dinyatakan tak memiliki kewarganegraan (stateless). Status Warga Negara Amerika-nya hilang karena dia dilantik menjadi pejabat negara di negara lain.

Sementara WNI-nya raib karena eks alumni Institut Teknologi Bandung itu memiliki dwikewarganegaraan. (put/jpg)

Respon Anda?

komentar