Rupanya Archandra Ditakuti Mafia ESDM, Baru Silaturahmi dengan KPK Dikira Melapor

1679
Pesona Indonesia
Mantan Menteri ESDM Arcandra Tahar usai memberikan ceramah di Masjid Agung Al Azhar, Jakarta, Selasa (16/08/2016). Arcandra diberhentikan Presiden Joko Widodo karena dwi kewarganegaraan.--Foto: Imam Husein/Jawa Pos
Mantan Menteri ESDM Arcandra Tahar usai memberikan ceramah di Masjid Agung Al Azhar, Jakarta, Selasa (16/08/2016). Arcandra diberhentikan Presiden Joko Widodo karena dwi kewarganegaraan.–Foto: Imam Husein/Jawa Pos

batampos.co.id – Meski hanya 20 hari menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), namun Archandra Tahar berhasil membuat sejumlah trobosan.

Salah satunya, menghemat belanja modal pembangunan fasilitas Liquified Natural Gas blok Masela di darat (onshore). Perhitungan asal proyek ini senilai US$19,3 miliar. Namun setelah dikoreksi struktur biayanya oleh Archandra, negara bisa hemat hingga US$4,5 miliar.

Trobosan lain yang dilakukan oleh Archandra adalah bertekad menjadikan ESDM akuntabel. Jauh dari praktik-praktik mafia ESDM. Jauh dari praktik korupsi.

Nah, tekad itu ia sampaikan saat berkunjung ke kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa hari setelah dilantik.

Kedatangan Archandra ke KPK itu langsung diartikan para mafia ESDM bahwa Archandra melaporkan para mafia dan orang-orang yang diduga terlibat korupsi di ESDM.

Akibatnya, berembus kabar kalau ada upaya bersama menendang Archandra. Mafia ESDM dan jaringannya ini menemukan celah, yakni mempermasalahkan status dwi kewarganegaraan Archandra.

Upaya itu berhasil. Archandra dicongkel dari posisi Menteri ESDM, tepat di hari ke-20 menjabat sebagai menteri.

Mafia ESDM bertepuk tangan, tertawa gembira. Bisnis kotor mereka bakal tetap aman, tak terusik.

Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, Arcandra memang membenarkan melapor ke lembaga antikorupsi itu. Namun, laporan itu dalam rangka kunjungan kehormatan atau courtesy call.

“Melaporkan itu bukan seperti yang beredar ya, jadi seolah-olah membawa dokumen,” kata Agus usai memimpin Upacara HUT RI ke-71 di kantor baru KPK, Jakarta Selatan, Rabu (17/8/2016).

Agus menambahkan, Arcandra sebagai pejabat baru akan berkunjung ke berbagai institusi negara. Hal itu sudah menjadi kebiasaan bagi pejabat-pejabat negara.

“Bahwa beliau datang itu saya melihat sebagai courtesy call ya. Jadi, sebagai pejabat baru sopan santunnya ketemu dengan banyak pihak,” kata Agus.

Memang, kata Agus, saat itu Archandra juga mengungkapkan keinginannya agar Kementerian ESDM semakin akuntabel. Hanya saja, Agus menegaskan bahwa hal itu bukan berarti Arcandra datang membawa data untuk membongkar praktik korupsi di sektor ESDM.

“Kalau yang tersebar itu kan mau mbongkar ini, mau bawa data, itu tidak (benar),” kata Agus.

Sementara soal pencopotan Arcandra karena berkewarganegaaan ganda, Agus tidak ingin mengomentarinya. Sebab, kewenangan KPK adalah pada penanganan korupsi dan bukan pada status kewarganegaraan seseorang.

“Kasusnya kan bukan kasus korupsi. AturanĀ  imigrasi dan kewarganegaraan bukan masalah korupsi toh?” kata Agus. (boy/jpnn/yuz/JPG/nur)

Respon Anda?

komentar