TKI Ilegal Kian Menjamur, Kemenaker akan Bentuk Satgas

425
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Sudah memasuki tahun keempat sejak diberlakukannya moratorium ternyata tidak mampu membendung tenaga kerja Indonesia (TKI) berangkat ke Timur Tengah.

Para TKI dan pihak agensi sukses mencari celah untuk lolos dari deteksi pemerintah.

”Mereka berangkat ke Timteng menggunakan visa turis, ziarah, dan umrah,” ujar Dirjen Pembinaan, Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Herry Sudarmanto, Rabu (17/8).

Menindaklanjuti kondisi tersebut, lanjutnya, pihaknya akan membentuk satuan tugas (Satgas) TKI dengan melibatkan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Agama, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dan Polri serta instansi terkait.

”Satgas kita perbantukan untuk memonitoring keberadaan TKI ilegal hingga pengawasan Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) dan travel penyelenggara umrah,” jelasnya.

Dia sangat menyangkan kenekatan para TKI itu. Padahal, dengan menjadi TKI ilegal, mereka tidak punya jaminan perlindungan dan asuransi.

Kondisi tersebut membuat mereka rentan menjadi korban tindak kekerasan hingga masalah gaji yang tidak dibayarkan.

Data Migrant Care mencatat, dari Maret 2015–Mei 2016 sebanyak 2.644 orang TKI pembantu rumah tangga ilegal sudah bekerja di luar negeri, terutama di negara-negara Timur Tengah. (nas/dil/jpnn)

Respon Anda?

komentar