5 Kepala Daerah Ramaikan Bursa Ketua Golkar Sumut

825
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Pertarungan untuk memperebutkan kursi Ketua DPD Golkar Sumut tampaknya semakin panas. Sebab, 5 kepala daerah diyakini bakal ikut mencalonkan diri dan bertarung pada Musyawarah Daerah (Musda) yang akan digelar 22-24 Agustus 2016.

Artinya, Bupati Langkat, Ngogesa Sitepu bakal mendapatkan lawan sepadan dari sesama kepala daerah. Informasi yang berhasil dihimpun, 5 kepala daerah yang akan bertarung pada agenda Musda tersebut diantaranya, Syahrul M Pasaribu (Bupati Tapsel), Kharuddinsyah Sitorus (Bupati Labura), Ngogesa Sitepu (Bupati Langkat), Ok Arya (Bupati Batubara) serta Sapri Hutauruk (Wali Kota Sibolga).

“Saya pikir semua punya peluang yang sama,”ujar Wakil Sekretaris DPD Golkar Sumut, Muchrid Nasution saat ditemui di ruang Komisi D DPRD Sumut, Kamis (18/8).

Bukan hanya itu, ada tiga nama lain yang diyakini bakal meramaikan bursa pemilihan Ketua DPD Golkar Sumut priode 2016-2019 yakni, Kodrat Shah, Yasir Ridho Lubis, serta Syamsul Arifin.

Menurut nya, ada Petunjuk Pelakasana (Julkak) No 5/2016 yang mengatur proses pencalonan kader menjadi ketua Golkar dimasing-masing tingkatan.

Kata dia, Julkak tersebut terdiri dari 11 point diantaranya setiap calon harus mendapat dukungan Sekurang-kurangnya 30 persen pemegang hak suara. Aktif menjadi kader Partai Golkar Sekurang-kurangnya 5 tahun.

Tidak mempunyai hubungan suami/istri atau kekeluargaan sedarah dalam satu garis lurus keatas dan kebawah yang duduk sebagai anggota DPR-RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota mewakili partai politik lain atau menjadi pengurus partai lain dalam satu wilayah yang sama.

“Tapi point ke 11 nya menyebut dalam hal terdapat kader partai Golkar yang akan maju sebagai calon Ketua, tapi tidak memenuhi kriteria diatas maka calon tersebut harus mendapatkan persetujuan dari DPP Partai Golkar. Makanya saya sebut semua punya pulang yang sama, apalagi semua kita tahu kader Golkar yang berprestasi,” sebut pria yang akrab disapa Coki itu.

“Nantikan ada tim yang melakukan verifikasi terhadap setiap calon,”tambahnya seraya berharap agar siapapun yang terpilih menjadi Ketua DPD Golkar Sumut dapat mengakomodir seluruh kader partai.

Kandidat Calon Ketua DPD Golkar Sumut, Yasir Ridho Lubis tidak takut bersaing dengan 5 kepala daerah yang akan meramaikan bursa pemilihan.”Tidak ada masalah kalau harus bersaing dengan 5 kepala daerah. Mendukung seseorang tidak mesti melihat jabatan yang sedang diembannya,”ujar Yasir Ridho secara terpisah.

Secara pribadi, Yasir Ridho mengaku tidak terlalu ambisius untuk mengejar jabatan ketua DPD Golkar Sumut. “Kalau Tuhan mengizinkan, tidak ada yang bisa menghalangi,”bilangya.

Keinginannya maju sebagai salah satu kandidat Ketua DPD Golkar Sumut tidak terlepas dari rekam jejaknya selama ini di partai berlambang pohon beringin itu.”Jadi wakil sekretaris, Sekretaris DPD sudah, Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumut juga sudah pernah. Setidaknya sudah banyak yang diperbuat untuk partai, tinggal jadi ketua yang belum, ini ada peluang, kenapa tidak dipergunakan,”akunya.

Menurutnya, pengurus DPD Kabupaten/Kota sudah lebih dewasa dalam berpolitik.”Dari 8 nama yang disebut, kan saya yang paling muda. Kalau mau yang orang muda pimpin Golkar, pilih saya. Pastinya, sudah ada berkomunikasi dengan pemilik suara,”terangnya.

Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerja Gotong Royong (MKGR) Sumut, Wagirin Arman menyebut bahwa ada beberapa Ketua MKGR kabupaten / Kota yang menjadi Ketua DPD Golkar di daerah.

Untuk itu dia menghimbau kepada seluruh pengurus MKRG untuk memilih Ngogesa Sitepu dalam Musda mendatang. “Ini sudah jadi ketentuan, kalau ada yang melanggar tentu ada sanksi yang akan diberikan,”ungkap Wagirin.

Ketua Fraksi Golka DPRD Sumut itu menilai Wagirin merupakan sosok yang pantas memimpin Golkar kedepan. “Rekam jejak beliau (Ngogesa) sebagai Bupati yang dicintai rakyatnya dapat dijadikan tolak ukur dan pertimbangan,”akunya.

Sementara itu, Pengamat Politik Faisal Riza, menilai nama-nama yang muncul ke permukaan untuk bertarung sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumut cukup menarik, khususnya 5 kepala daerah.

Menurutnya, ketika melihat dari oligarki maka sosok yang mendapat dukungan pimpinan pusat yang akan menang. Tapi kalau pendekatan demokratis, yang menang adalah sosok yang mendapat dukungan dari pemegang suara di daerah, yakni DPD II Partai Golkar.

Mencuatnya, nama kepala daerah sebagai kandidat Ketua Golkar Sumut menunjukkan proses kaderisasi dan distribusi kepemimpinan Partai Golkar membaik. “Keberhasilan di daerah, menjadi kredit poin untuk kepala daerah yang maju sebagai calon ketua Partai Golkar Sumut,”katanya.

Menurutnya, jika musda mengakomodir suara dari daerah, maka musda itu mempertimbangkan sirkulasi kepemimpinan dari daerah. Tapi yang perlu digarisbawahi, apakah kandidat dari daerah ini bisa mengadaptasi keadaan politik di tingkat wilayah atau tidak. Sebab ini berkaitan dengan konsolidasi Partai Golkar pascakonflik.

“Rekonsolidasi jadi poin penting untuk kondisi Partai Golkar saat ini. Kalau gagal rekonsolidasi, maka Pemilu 2019 Golkar akan rentan. Saya pikir tinggal dilihat saja, sosok mana yang paling mampu melakukan rekonsolidasi itu,” ungkap Akademisi dari UIN itu.(jpg)

Respon Anda?

komentar