Hari Ini Tim Investigasi TNI AU dan Mabes TNI ke Medan

452
Pesona Indonesia
Warga Sari Rejo Medan bentrok dengan aparat TNI AU, dalam aksi demo di jalan SMA 2 Medan, Senin (15/8/2016). Dalam insiden ini, 8 warga ditembak, dua wartawan mengalami cedera. Foto: Sumutpos/jpg
Warga Sari Rejo Medan bentrok dengan aparat TNI AU, dalam aksi demo di jalan SMA 2 Medan, Senin (15/8/2016). Dalam insiden ini, 8 warga ditembak, dua wartawan mengalami cedera. Foto: Sumutpos/jpg

batampos.co.id – Konflik tanah di Sari Rejo, Medan Polonia diharapkan mereda. Sembari menunggu keputusan dari pemerintah pusat, saat ini Mabes TNI diketahui sudah membentuk tim investigasi mengenai sengketa tersebut.

Disamping itu juga, pihak TNI AU telah meminta maaf kepada publik serta siap memberikan bantuan, atas kerusakan maupun korban kekerasan dari ekses dimaksud.

Demikian kesimpulan dari pertemuan tertutup di Ruang Rapat III, Kantor Wali Kota Medan, Kamis (18/8), yang dimediasi Pemko Medan bersama Dan Lanud Soewondo, Formas Sari Rejo, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, dan pihak terkait lainnya.

Wali Kota Medan Dzulmi Eldin mengatakan, Pemko Medan dalam konteks ini hanya sebagai fasilitator. Hal itu dikarenakan konflik terjadi di wilayah Medan, dan melibatkan warga Medan. Dijelaskan Eldin, kalau pertemuan yang digelar tertutup itu hanya sebatas mendengar keterangan dari berbagai pihak dan menampung aspirasi warga Sari Rejo.

Sebab permasalahan sengketa lahan ini sudah sampai ke pusat. Karena itu, Pemko Medan akan menyurati pemerintah pusat tentang resume pertemuan, terkait keputusan siapa pemilik lahan.

“Artinya masing-masing pihak menahan diri dulu mengenai sengketa lahan ini. Sebab permasalahan ini menyangkut aset negara. Jadi butuh keterangan yang lebih komprehensif lagi dari BPN, Kementerian Keuangan, Menhankam, KASAU dan Komisi II DPR RI sebagai fasilitator,” katanya kepada wartawan usai rapat.

Menurut Eldin apapun hasil rapat di pemerintah pusat, Pemko Medan hanya ingin menjembatani keinginan masyarakat Sari Rejo atas lahan yang mereka tempati saat ini sah menjadi hak mereka. “Pemko Medan saat ini tidak dapat menafsir-nafsir. Karena masing-masing pihak mengklaim lahan tersebut milik mereka. Semuanya kita serahkan kepada pemerintah pusat,” jelas Eldin.

Suasana kondusif sangat diharapkan Eldin di wilayah Sari Rejo. Hal ini agar ke depan tidak ada lagi bentrokan antarkedua belah pihak, terlebih lagi menimbulkan korban jiwa atau luka dari TNI AU, masyarakat Sari Rejo dan wartawan. “Jangan ada lagilah yang memanas-manasi suasana. Apalagi untuk kepentingan pribadi. Kita wujudkan kepentingan bersama,” pungkasnya. (jpg)

Respon Anda?

komentar