Innalillahi, JCH Tertua Meninggal di Madinah

Jutaan umat Islam dari berbagai negara tawaf di masjidil Haram, Makkah. Foto: Amr Abdallah Dalsh/reuters
Ilustrasi

batampos.co.id — Jamaah calon Haji (JCH) asal Embarkasi Padang yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) I, meninggal dunia saat menunaikan shalat Ashar di Masjid Nabawi, Selasa (16/8).

JCH tersebut bernama Nashar Bahtiar, 82, dia merupakan JCH tertua di kloter I dan berasal dari Kota Padang dan akan dimakamkan di Madinah.

“Memang benar ada satu JCH yang meninggal. Dia merupakan JCH Kloter I asal Kota Padang,” sebut Kepala Bagian Informasi dan Hubungan Masyarakat Kemenag Sumbar Irwan seperti diberitakan Padang Ekspres (Jawa Pos Group), hari ini (19/8).

Irwan mengatakan, terkait kejadian itu, pihak keluarga yang berada di Padang sudah diberitahu. pihaknya saat ini belum menerima informaisa pasti penyebab korban meninggal. Namun informasi terkahir yang didapat korban meninggal dunia saat melaksanakan shalat Ashar di Masjid Nabawi.

“Beliau meninggal di Masjid. Umur JCH ini juga sudah lanjut dan dia termasuk Jamaah yang tertua. Terkait apa sakitnya kita masih menunggu info lebih lanjut dari tim medis,”ujarnya seraya menyebutkan seluruh JCH yang sudah diberangkatkan saat ini masih berada di Madinah.

Sementara itu, Sekretariat Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Padang, Hami Mulyawan kepada Padang Ekspres mengatakan, informasi sementara yang diperoleh, sebanyak 2.252 JCH yang sudah diberangkatkan dan sudah berada di Madinah dalam keadaan sehat. Selain itu, pihaknya juga belum mendapatkan kabar kalau ada JCH asal Sumbar yang sedang sakit.

“ Sudah lima kloter yang berada di Madinah, jumlhanya 2.252 terdiri 944 pria dan 1.308 wanita. Saat ini mereka semua sehat,”ujarnya.

Dia menjelaskan, keseluruhan Jamaah di Madinag mengikuti shalat arbain yaitu shalat selama 40 waktu tanpa terputus di Masjid Nabawi.

Di sisi lain, Hami Mulyawan menghimbau dan mengingatkan JCH yang belum diberangkatkan agar tetap mematuhi aturan yang ada seperti tidak membawa benda-benda yang dapat menganggu proses perjalanan ibadah haji.

Terbang di Hari Kemerdekaan

Sementara itu, sebanyak 454 JCH kloter VI berangkat ke Tanah Suci Rabu (17/8) pukul 08. 30 WIB dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Sebelum diterbangkan, tim dan kru Garuda Indonesia mengibarkan bendera Merah Putih melepas keseluruhan JCH.

Informasi terakhir yang didapat, JCH yang tergabung dalam kloter VI tersebut sampai dengan selamat di Madinah sekitar pukul 13.30 WIB.

“ Kloter VI Sampai dengan selamat,” sebut Kepala Bagian Informasi dan Hubungan Masyarakat Kemenag Sumbar Irwan.

Dia mengatakan, kloter VI berasal dari beberapa Kabupaten yakni Kabupaten Pasaman 138 orang JCH, Kabupaten Pesisir Selatan sebanyak 101 JCH. Kemudian Kabupaten Pasaman Barat sebanyak 176 JCH dan Kota Padang 40 orang jamaah. Kemudian ditambah petugas haji dari daerah sebanyak 4 orang dan petugas kloter 5 orang.

Irwan menambahkan, di kloter VI ada dua JCH yang terpaksa diundur keberangkatannya, mereka yakni Riswandi Idris, 36, dan Vivien Sarly Sahar, 35, aasal Pasaman akibat visa belum keluar. Keduanya merupakan pasangan suami istri.

“ Setelah visa mereka selesai, mereka akan digabungkan dengan kloter lainnya,”jelas Irwan.

Seperti diketahui, pemberangkatan JCH asal Embarkasi Padang berjumlah sebanyak 4.946 JCH terdiri dari 3.599 dari Sumbar, 1.292 dari Bengkulu serta didampingi 55 petugas. Mereka diterbangkan dengan sebelas kloter.

Jamaah Terus Berdatangan

Dari Kota Madinah dilaporkan, jamaah haji Indonesia terus berdatangan sejak Selasa (9/8) lalu. Kepala Daker Airport Jeddah Madinah Nurul Badruttamam menjelaskan bahwa sampai kemarin, 49.712 jemaah haji Indonesia telah tiba di Madinah.

“Kedatangan Jamaah Haji Indonesia Gelombang I dari Tanah Air di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah sampai hari ini, pukul 08.00 waktu Arab Saudi berjumlah 49.712 orang. Mereka terdiri dari 49.102 jemaah haji dan 610 petugas kloter,” jelas Nurul melalui keterangan tertulisnya, Rabu (17/8).

Menurutnya, seluruh jemaah haji yang sudah tiba di Madinah tergabung dalam 122 kloter. Proses penerbangan haji juga terus mengalami perbaikan seiring dengan rata-rata delay yang terus menurun. “Garuda Indonesia rata-rata delay-nya 3 jam 18 menit, sedang Saudia Airlines sudah ontime,” ujarnya.

Memasuki hari kesembilan kedatangan jemaah haji di Madinah, sebagian dari mereka akan menyelesaikan ibadah Arbain, kemarin. Selanjutnya, mereka akan diberangkatkan ke Mekkah Al Mukarramah.

Sebanyak 4.111 jemaah haji Indonesia yang tergabung dalam 10 kloter dijadwalkan mulai tiba di kota kelahiran Nabi Muhammad SAW itu, Rabu (17/8) malam sampai siang ini (18/8). (jpg)

Respon Anda?

komentar