Kasus Sari Rejo Harus Diselesaikan Pemerintah Pusat

789
Pesona Indonesia

medan1

batampos.co.id – Ketua Formas Sari Rejo, Pahala Napitupulu, mengaku kecewa kepada Pemko Medan maupun Pemerintah Provinsi Sumut. Sebab sudah puluhan tahun permasalahan sengketa lahan di Kelurahan Sari Rejo Kecamatan Medan Polonia dengan TNI AU tak kunjung selesai.

“Terus terang saya kecewa dengan Pemerintah Provinsi Sumut dan Pemko Medan. Karena masalah ini sudah puluhan tahun tak selesai. Makanya kami meminta DPR RI menyelesaikan konflik ini,” ketusnya¬†seperti diberitakan Sumut Pos¬†(Jawa Pos Group), hari ini (19/8).

Lebih lanjut dikatakan Pahala, dalam mengajukan gugatan, pihaknya sudah melengkapi berkas-berkas kepemilikan lahan. Jadi bukan seperti isu yang beredar, bahwa masyarakat yang tinggal di Sari Rejo illegal. “Kami punya berkas pendukung. Bukan asal-asalan,” ujarnya.

Di lain sisi, Pahala juga meminta terkait tindakan kekerasan yang dilakukan TNI AU tetap diproses secara hukum. “Itu harus terus diproses supaya ada efek jera. Kedua di pertemuan ini saya sudah membuka agar masalah maupun kasus pelanggaran diuraikan, tetapi itu tidak dibuka secara luas. Oke no problem. Dan kita serahkan kasus ini ke Komnas HAM, serta pihak-pihak terkait, kepada Mabes, POM AU dan pemerintah pusat,” katanya.

Menurutnya proses penyelesaian kasus Sari Rejo ini butuh sikap politik pemerintah. Apalagi saat ini kasus dimaksud sudah diserahkan kepada pemerintah pusat melalui Komisi II DPR RI. “Biarkanlah ini selesai di sana (pusat). Dan saya tidak percaya ini selesai di Sumatera Utara. Karena sudah puluhan tahun ini tidak selesai, makanya dibawah ke DPR RI. Mudah-mudahan akan ada sikap dan keputusan yang diambil presiden,” pungkasnya.

Menurutnya warga punya bukti atas kepemilikan tanah tersebut, di mana semua sudah diuji materi di pengadilan mulai dari proses PN sampai Mahkamah Agung.

“Tidak mungkin Hakim atau Jaksa memenangkan putusan kalau bukti-bukti itu tidak lengkap. Apalagi itu bukti-bukti di zaman pemerintahan Suharto, sudah kami lawan itu. Tapi sekali lagi kami minta hentikan kekerasan ini, jangan saya dan kawan-kawan lain termasuk jurnalis disiksa. Kalau memang tidak puas dengan keputusan itu, ya silahkan digugat kembali jangan pukuli si Pahala,” pungkasnya. (jpg)

Respon Anda?

komentar