KPPBC Dabo Singkep Musnahkan Ribuan Rokok Rembesan dan Mikol

862
Pesona Indonesia
Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) tipe Pratama Dabo Singkep memusnahkan ribuan barang rembesan dari kawasan bebas cukai. foto:wijaya satria/batampos
Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) tipe Pratama Dabo Singkep memusnahkan ribuan barang rembesan dari kawasan bebas cukai. foto:wijaya satria/batampos

batampos.co.id – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) tipe Pratama Dabo Singkep memusnahkan sejumlah barang rembesan dari kawasan bebas cukai, seperti rokok dan minuman beralkohol. Barang yang dimusnahkan terdiri dari 7.258 bungkus rokok dan sebanyak 5.232 kaleng minuman beralkohol di halaman KPPBC Dabo Singkep, Kamis (18/8) pagi.

Kepala KPPBC Dabo Singkep Tony Leonard mengatakan, seluruh barang penindakan rokok hasil dari kerja KPPBC Dabo Singkep secara mandiri pada kurun waktu 2015 dan 2016. Sedangkan barang rembesan kawasan bebas lainnya yakni mikol adalah hasil dari tangkapan Polres Lingga yang diserahkan kepada KPPBC untuk ditindaklanjuti.

Tony menambahkan, keberhasil penangkapan rokok rembesan kawasan bebas cukai ini bersumber data intelijen dan aduan masyarakat yang langsung ditindaklanjuti oleh seluruh anggota KPPBC Dabo Singkep serta mendapatkan hasil seperti yang dimusnahkan.

KPPBC Dabo Singkep memusnahkan rokok berbagai merk seperti, Rexo, Liffman, 739, Marlbender Red, DL Mild, Barca, H Mild dan The Best.

Tony menerangkan, modus yang dilakukan pelaku dengan membawa barang dari kawasan bebas melalui pelabuhan tidak resmi yang minim pengawasan. Untuk menghilangkan kecurigaan kemasan barang juga diganti dan selanjutnya barang dititip ke anak buah kapal (ABK) untuk masuk ke Kabupaten Lingga.

“Sedangkan penindakan tersebut kami lakukan di pelabuhan Desa Pengambil, Pelabuhan Jago, parkiran Pelabuhan Roro Jago dan kawasan Pelabuhan Desa Suakbuaya,” kata Tony.

Tony menambahkan, KPPBC Dabo Singkep memusnahkan barang hasil dari penindakan kali ini dengan perhitungan nilai barang sebesar Rp 130.878.240. Sedangkan hasil dari perhitungan dari sektor cukai, bea masuk dan pajak dalam rangka impor, potensi kerugian negara mencapai Rp 172.956.390.

Pada kegiatan itu, seluruh unsur FKPD, tokoh masyarakat dan tamu undangan turut memusnahkan rokok rembesan dengan membakarnya di halaman kantor KPPBC Dabo Singkep. Untuk pemusnahan minuman kaleng beralkohol dilakukan dengan melindas minuman tersebut dengan mobil. (wsa/bpos)

Respon Anda?

komentar