Menhub Usulkan Komersialisasi Stasiun LRT Palembang

970
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, melakukan kunjungan pembangunan Light Rail Transit (LRT) Palembang, ke zona I dan zona 2. Dia ingin memastikan program pemerintah itu berjalan dengan baik.

“Alhamdulilah, Sumsel membuat suatu model program pemerintah yakni konektivitas yang menjadi model,” katanya, kemarin (18/8). Diungkapkan Budi, pihaknya sangat mengapresiasi kinerja Gubernur Sumsel yang sangat kreatif dengan menjadi MICE sehingga menjadi daya tarik. Ini harus didukung sarana dan prasarana serta menjadi keharusan.

“Kan ada 13 stasiun yang dapat dimanfaatkan. Oleh karena itu, saya mengusulkan dengan Waskita dan BUMD untuk memanfaatkan (dikomersilkan). Ini yang sudah dilakukan untuk dibeberapa negara. Sekaligus sebagai pembiayaan sehingga mendapat income yang banyak untuk mengembangkan project lain. Jadi operasional LRT bukan ditanggung pemda melainkan ada kerjasama dengan beberapa pihak,” ucap dia seperti diberitakan Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group) hari ini (19/8).

Kata dia, pihaknya pun berharap pengembangan stasiun ini bisa tetap waktu dan dapat melancarkan program pemerintah. Apalagi, pembangunan termasuk cepat dengan progres 10 persen. Meski diakuinya, masih ada kendala pada pembebasan lahan.

“Harusnya masyarakat bisa bangga dengan pembangunan LRT dan menjadi Palembang menjadi satu-satunya kota di indonesia. Tapi kalau pembebasan lahan telah selesai maka pembangunan akan lebih cepat,”ucap dia.

Dengan adanya LRT, lanjut dia, dapat memacu perekonomian. Selain itu, LRT ini mengubah mind set. Dimana kalau sebelumnya macet dulu baru dibangun. Nah, macet sudah diantisipasi dengan transportasi masal. “Pola baru ini yang harus dikembangkan. Setelah ini akan langsung diikuti oleh daerah lain di Indonesia,” ucap dia.

Ke depan, kata dia program ini pun harus di share dengan pembiayaan lain. Artinya, tidak hanya mengandalkan pemerintah tapi juga bisa menggunakan dana dari swasta sehingga pengembangan transportasi masal ini menjadi bisnis baru yang menguntungkan. “Dengan begitu, percepatan permasalahan tranportasi bisa terjadi,”

Terkait pengembangan di koridor lain, masih kata dia, kalau untuk itu belum dilakukan. Fokusnya masih pada pembangunan ini sebab harus dipikirkan juga koridor dan jalur pengumpan sehingga tidak menutup transportasi lain. “Artinya, LRT ini harus selaras dan saling mendukung serta terjadi konetivitas dengan trasportasi lainnya,”sebutnya.

Direktur Utama PT Waskita Karya M. Choliq mengatakan, minggu ini Waskita Karya akan melakukan IPO beton bcast dengan harapan mendapatkan dana segar sekitar Rp4,5 triliun yang diperuntukan untuk pembangunan beton bcast. Setelah ini, pihaknya bisa minta dana penamping dari bank Rp9 triliun sehingga Rp 14 triliun dapat dijadikan modal untuk pembangunan. “Disini WK posisnya sebagai kontraktor dan bukan pengembang. Jadi bangun dan bayar sehingga tidak akan rugi (resiko),” paparnya.

Diungkapkan dia, nilai kontak LRT Rp11, 4 triliun termasuk depo. “Kami sangat berminat mengembangkan LRT tapi kalau untuk membangun di daerah lain tidak tahu sebab kami mengerjakan LRT di tunjuk presiden. Sebab pengadaan LRT ini harus melalui tender,” tukasnya.

Terkait ganti rugi jalan rusak, lampu jalan dan reklame, hal-hal semacam itu biasa. Nanti akan dibicarakan dengan gubernur sebagai koordinator dan penanggung jawab wilayah. “Tapi tadi sudah dijelaskan reklame akan dipindahkan dan pemindahan menjadi tanggung jawab. Tapi untuk lokasinya dimana tanggung jawab gubernur. Ya, harus ada kerja sama dan tanggung jawab bersama agar cepat,” paparnya.

Manager waskita Karya SC Abdillah mengatakan, ada beberapa laporan pembangunan LRT yang akan dilaporkan kepada ke pusat. Seperti simpang Charitas, Jl Demang Lebar Daun dan fly over simpang Tanjung Api-Api. Nantinya akan dibicarakan ditingkat menteri untuk penyelesainya. “Menteri perhubungan akan berbicara dengan menteri PU terkait ini. Kami pun sudah menyiapkan opsi,” katanya.

Dijelaskanya, pembangunan LRT akan dilakukan di tengah berdampingan fly over. Nantinya LRT akan lebih tinggi dua meter dari ketinggian fly over. “Memang akan mengalami biaya nya lebih mahal,,” tukasnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Alex noerdin mengatakan awalnya ide pembangunan LRT ini berawal dari hasil survei traffic pihaknya di kota Palembang. Pada 2019 Palembang akan terkunci, dimana kendaraan tidak bisa maju dan tidak bisa mundur. Karena itu, perlu transportasi masal. “Nah, kami usulkan monorel karena terlalu mahal jadi kami usualkan LRT,” katanya.

Selain itu, kata Alex, keberadaan ini untuk mendukung Asian Games. Atlet dan official turun dari bandara langsung ke Jakabaring sehingga tidak macet. Di JSC, mereka akan langsung di antar oleh transportasi ramah lingkungan. Seperti hydrogen car, listrik nya eletrolistrik, PLTA. “Jadi lokasinya sangat green,” ucap dia. (jpg)

Respon Anda?

komentar