Perbankan Syariah Harus Jadi Penggerak Utama di Sektor Perbankan

561
Pesona Indonesia
Tabligh bersama Ustad. Abdul Somad dengan tema Muamalah Ekonomi Islam antara realita dan fakta di Masjid Al Furqan Tanjungpinang. foto:istimewa
Tabligh bersama Ustad. Abdul Somad dengan tema Muamalah Ekonomi Islam antara realita dan fakta di Masjid Al Furqan Tanjungpinang. foto:istimewa

batampos.co.id – Memperingati HUT ke 71 RI, Bank Riau Kepri
(BRK) Syariah menggelar rangkaian kegiatan Literasi Keuangan Syariah yang bertujuan memasyarakatkan ekonomi syariah dan mensyariahkan ekonomi masyarakat. Salah satunya dengan menggelar tausyiah oleh Ustad Abdul Somad di Masjid Al Furqan Tanjungpinang, Selasa (16/8).

Abdul Somad menyampaikan Tanjungpinang sebagai tanah melayu, perkembangan ekonomi syariahnya harusnya tumbuh dengan pesat karena melayu identik dengan Islam. Menurutnya, perbankan syariah di Indonesia belum murni syariah dan perlu waktu untuk penyempurnaannya. Untuk itu, ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama membesarkan perbankan syariah.

“Perbankan syariah harus jadi penggerak utama di perbankan sehingga menuju menuju kesempurnaan sesuai panduan syariat,” jelas Abdul Somad dalam tausyiahnya.

Pimpinan Bank Riau Kepri Syariah Tanjungpinang, Helmi Yunus, mengatakan, literasi keuangan sangat penting agar masyarakat mampu berkeyakinan, berketerampilan dan mampu mengelola
keuangan dengan baik.

“Literasi Keuangan Syariah sangat penting untuk diketahui masyarakat luas,” jelas Helmi.

Bank Riau Kepri Syariah juga menyerahkan Kartu Tanda Mahasiswa
(KTM) STAI Miftahul Ulum Co-branding dengan BRK Syariah di Asrama Haji Tanjungpinang, Senin (15/8). Pada tahap pertama, BRK Syariah enyerahhkan KTM kepada 85 mahasiswa agar program ini memberikan dukasi kepada mahasiswa mengenai perbankan.

“Selain sebagai kartu mahasiswa, KTM ini juga berfungsi sebagai ATM,” Jelas Helmi.

Sebelumnya, BRK Syariah juga telah melaunching pemakaian mesin lectronic Data Capture (EDC) di Asrama Haji Tanjungpinang bulan Mei 2016 lalu. Pemakaian mesin EDC ini untuk mensukseskan Gerakan Nasional Non Tunai yang digalakkan Bank Indonesia (BI).

“EDC memudahkan masyarakat saat melakukan transaksi karena mempunyai fungsi pembelanjaan dan fungsi mini ATM,” jelas Helmi. (odi/bpos)

Respon Anda?

komentar