Sekda Karimun Sampaikan Kesaksian dalam Sidang Kasus Penipuan Prodi UK

1120
Pesona Indonesia
Sekretaris Daerah (Sekda) Karimun TS Arif Fadillah menjadi saksi dalam sidang kasus penipuan prodi Universitas Karimun. foto:tri haryono/batampos
Sekretaris Daerah (Sekda) Karimun TS Arif Fadillah menjadi saksi dalam sidang kasus penipuan prodi Universitas Karimun. foto:tri haryono/batampos

batampos.co.id – Pengadilan Negeri (PN) Tanjungbalai Karimun, kembali menggelar sidang lanjutan dugaan penipuan lima program studi (prodi) yang tidak mempunyai izin di Universitas Karimun (UK), Kamis (18/8) kemarin. Agenda sidang masih meminta keterangan saksi yang menyeret terdakwa mantan Sekda Karimun M Taufiq, dan Kepala Dinas Pendidikan MS Sudarmadi.

Ketua PN Tanjungbalai Karimun Fathul Mujib langsung memimpin sidang. Oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Karimun, menghadirkan Sekretaris Daerah (Sekda) Karimun TS Arif Fadillah dan Syarifah Nur Maria, mantan sekretaris Dinas Pendidikan Karimun sebagai saksi.

Dalam kesaksian, Arif mengaku tidak mengetahui perihal pengurusan izin lima prodi yang ada di UK. Dirinya jarang berkunjung ke gedung rektorat, di mana kala itu dirinya menjadi Pembantu Rektor (Purek) yang sekaligus mengajar di Fakultas Ilmu Sosial Politik (Fisipol). Namun, dirinya hanya satu kali saja memberikan materi pelajaran dikarenakan banyak berbagai aktivitas di pemerintahan.

“Kalau masalah itu saya tidak tahu pak. Sebab, sudah ada yang ngurus dari pihak pengelola UK dan rektorat,” jawab Arif menjawab Ketua Hakim.

Arif mengaku ditunjuk sebagai Purek di UK yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Karimun. Sementara terdakwa I yakni M Taufiq adalah pimpinannya selaku Sekda Karimun, sedangkan terdakwa II, MS Sudarmadi menjabat Kabag TU Disdik Karimun.

“Sejak ditunjuk hingga diberhentikan jadi Purek pada tahun 2011 lalu, saya tidak menerima suratnya secara administrasi. Dan tidak saya tanyakan, karena saya berniat untuk membantu anak-anak Karimun yang ingin kuliah di Karimun,” ujarnya.

Sedangkan, terdakwa I HM Taufiq sempat membantah atas pernyataan Arif bahwa dirinya yang meminta menduduki posisi Purek UK. Namun, pihak tim yang mengajukan Arif menjadi purek di UK.

Usai menghadirkan saksi Sekda Karimun TS Arif Fadillah, pihak JPU juga menghadirkan saksi mantan dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UK yang juga mantan sekretaris Dinas Pendidikan Karimun kala itu yakni Syarifah Nur Maria. Sementara itu Sekda Karimun TS Arif Fadillah ketika dimintai tanggapannya, mengatakan dirinya tidak mempermasalahkan menjadi saksi dipersidangan tersebut. Sebagai warga negara yang baik, harus taat terhadap hukum dan memberikan contoh kepada masyarakat.

“Tidak ada masalah, apa yang saya tahu saya berikan informasi kepada majelis hakim,” singkatnya sambil berlalu. (tri/bpos)

Respon Anda?

komentar