Sepekan Lagi Rahmi Boleh Pulang, Rahma Masih Harus Operasi

643
Pesona Indonesia
Rahami makin sehat setelah operasi pemisahan dengan kembarannya, Rahma. Foto: rezz/batampos
Rahami makin sehat setelah operasi pemisahan dengan kembarannya, Rahma. Foto: rezz/batampos

batampos.co.id – Kondisi dua bayi kembar siam Nur Rahma Fairuz Maknuniyyah dan Nur Rahmi Fahira Nahlannisa semakin membaik usai pemisahan, Minggu (14/8/2016) lalu. Rahmi bahkan sudah diperbolehkan pulang beberapa hari lagi.

“Kami perkirakan, seminggu (dari sekarang) sudah bisa pulang,” ujar Ketua Tim Kembar Siam Kepulauan Riau, dr Indrayanti, SpA-MARS dalam konferensi pers di RS Awal Bros, Kamis (18/8/2016).

Kondisi Rahmi memang terpantau bagus. Kondisi fisiknya seperti bayi normal yang tak pernah mengalami operasi. Ekspresi wajahnya pun menampakkan hal yang sama.

Mulai saat ini, tim dokter akan melibatkan sang ibu untuk ikut merawat Rahmi. Seperti menggendong, memberi susu, mengganti popok, hingga memandikan. Ini bagian dari mempersiapkan kepulangan Rahmi ke rumah.

“Kepulangan Rahmi sangat ditentukan oleh kesiapan orang tua dalam mengasuhnya. Sejak lahir, Rahmi belum pernah dipulangkan ke rumahnya,” kata dr Indrayanti.

Dr Indrayanti memperkirakan, Warmin Bahruddin – sang ibu, canggung ketika merawat Rahmi. Sebab, Rahmi merupakan anak pertamanya. Ia belum memiliki pengalaman merawat bayi sebelumnya.

Terlebih lagi bayi ini baru saja dioperasi. Pasti ada ketakutan khusus saat menggendongnya ataupun memandikannya. Satu hal lain yang juga menjadi pertimbangan para dokter adalah Warmin yang masih aktif bekerja.

“Apakah dia (Warmin) mau terus bekerja atau fokus menjaga anaknya, itu yang akan kami bicarakan lebih lanjut dengannya,” ujar Dokter Anak RS Awal Bros itu lagi.

Sementara itu, dokter memperkirakan Rahma masih akan lama berada di rumah sakit. Meskipun, kondisinya juga terpantau bagus. Ia sudah tidak lagi dibantu alat pernafasan dan sudah mulai minum susu langsung.

Gerakannya sudah aktif. Ia juga menunjukkan kontak yang bagus dengan orang lain. Tim dokter sudah mengurangi obat-obatan yang diminumnya, kecuali antibiotika yang wajib dihabiskan.

“Saturasi oksigen dalam darahnya terpantau 80% – 85%. Perkiraan kami memang 75% – 80%,” kata Dokter Spesialis Bedah Thoraks dan Kardiovaskular RS Awal Bros, dr Victor J Nababan, SpB-TKV.

Dokter akan terus memantau kondisinya. Rahma akan menjalani operasi kedua satu-dua bulan kemudian. Dokter masih belum memastikan operasi itu akan dilakukan di Batam atau di Surabaya.

Dr Victor mengatakan, operasi kedua itu merupakan operasi penyambungan pembuluh darah arteri paru atau bidirectional cavo pulmonary shunt (bcps). Operasi ini membutuhkan mesin jantung-paru. Tidak ada satupun rumah sakit di Batam yang memiliki mesin itu.

“Mesin itu sangat dibutuhkan karena ketika dioperasi, kerja jantung Rahma digantikan mesin itu,” kata dr Victor.

Kondisi bayi kembar siam, Rahma yang membaik mendekati normal setelah empat hari operasi pemisahan yang dilakukan tim bayi kembar Kepri di Rumah Sakit Awal Bros Batam (RSAB). Rencananya tim bayi kembar siam Kepri akan melakukan operasi kembali untuk menyempurnakan jantung Rahma yang mengalami kelainan jantung. Foto: Rezza Herdiyanto/Batam Pos
Kondisi bayi kembar siam, Rahma yang membaik mendekati normal setelah empat hari operasi pemisahan yang dilakukan tim bayi kembar Kepri di Rumah Sakit Awal Bros Batam (RSAB). Rencananya tim bayi kembar siam Kepri akan melakukan operasi kembali untuk menyempurnakan jantung Rahma yang mengalami kelainan jantung. Foto: Rezza Herdiyanto/Batam Pos

Namun demikian, bukan tidak mungkin operasi itu dilakukan di Batam. Yaitu, jika mesin itu dibawa dari Surabaya ke Batam. Tim dokter juga ikut serta.

“Yang utama itu faktor safety-nya dulu. Pada dasarnya kami support untuk mengadakan di sini,” timpal Dokter Anastesi Jantung RSUD dr Soetomo Surabaya, dr Bambang Pujo Semedi, SpAn, KIC.

Dokter yang akrab disapa Pujo itu mengatakan, saat ini, kondisi Rahma masih sangat rentan infeksi. Infeksi itu bukan hanya pada luka bekas operasi. Tetapi infeksi secara keseluruhan.

Tim Dokter masih sangat berhati-hati. Orang tua harus dipastikan benar-benar siap sebelum Rahma diperbolehkan pulang.

“Jangankan flu dan batuk. Ia menangis saja bisa berpengaruh besar bagi kesehatannya,” tuturnya. (ceu)

Respon Anda?

komentar