Singapura Tahan Dua Warganya yang Hendak Gabung ISIS, Dua Dilepas

1381
Pesona Indonesia
Militan ISIS. Foto: istimewa
Militan ISIS. Foto: istimewa

batampos.co.id – Dua warga negara Singapura yang hendak gabung dengan ISIS di Suriah diamankan Internal Security Act (ISA), Singapura, Jumat (19/8/2016). Dua lainnya dilepas namun dalam pengawasan.

Departemen Dalam Negeri Singapura dalam siaran persnya menyebutkan, kedua WN Singapura itu diketahui bernama Rosli Hamzah (50), yang sehari-hari bekerja sebagai pencuci mobil. Kemudian Mohamed Omar Mahadi, seorang sopir truk sampah berusia 33 tahun.

Kementerian Dalam Negeri Singapura menyebutkan, Rosli dan Omar diamankan setelah otoritas keamanan Singapura mendapat keduanya mencari informasi tentang ISIS dan cara untuk perjalanan ke Suriah, melalui internet.

Rosli telah mencari kemungkinan rute perjalanan ke Suriah yang bisa ditempuh, sementara Omar telah menghubungi militan di sana dan berencana masuk Suriah lewat jalur wisata.

Dua orang lainnya yang sempat diamankan namun dilepas namun tetap dalam pengawasan adalah istri Omar, DFI. DFI akan mendapatkan pengawasan dan konseling agar membuang pemikiran radikalismenya.

Kemendagri Singapura menyebut wanita 34 tahun memang memiliki pemikiran yang sama dengan suaminya. Bahkan ikut membantu rencana mereka sekeluarga pindah ke Suriah.

Sementara anak-anak Omar tidak ada bukti kalau mereka terlibat. Namun mereka juga akan menjalani konseling agama agar tidak terpengaruh paham radikalisme.

Nama lain yang sempat diamankan namun dilepas adalah Mohamad Reiney Noor Mohd, seorang teknisi bangunan. Pria berusia 26 tahun itu disebutkan mulai belajar tengan ISIS dari media online sejak 2014 silam.

Setelah melihat propaganda ISIS, ia bercita-cita untuk ikut berjuang dan siap untuk mati dalam pertempuran karena ia pikir apa yang diperjuangkan ISIS adalah sebuah kebenaran.

Kemendagri Singapura juga menyebut, Reiney sempat berfikir membawa keluarganya ke Suriah dan telah menabung uang untuk biaya perjalanan mereka ke Suriah.

Untungnya, ia memutuskan membatalkan rencananya ke Suriah bersama keluarganya setelah ia dicegah oleh anggota keluarganya yang lain.

“Reiney sejak dimoderenisasi, pandangannya menjadi positif apalagi setelah membaca laporan negatif tentang kelompok itu (ISIS),” kata Kemendagri Singapura.

“Dia juga telah membuang niatnya untuk melakukan perjalanan ke Suriah untuk bergabung ISIS setelah ia diperingatkan oleh kerabat dekatnya bahwa untuk melakukan pertempuran di Suriah akan menempatkan dirinya dan keluarganya dalam bahaya,” kata Kemendagri Singapura lagi.

Kemendagri Singapura juga mengatakan Reiney akan menjalani konseling agama agar tidak ada lagi faham radikal di dirinya.

Hingga saat ini, jumlah WN Singapura yang ditahan karena diduga terkait radikalisme ada 18 orang, dan empat WN Banglades, serta 24 WN Singapura lainnya dilepas namun masuk dalam daftar pengawasan dan konseling untuk moderernisasi pemahamannya soal radikalisme dan ISIS.

Mereka yang dilepas atau Restriction Order (RO) harus mematuhi beberapa kondisi dan
ruang geraknya dibatasi. Antara lain, ia tidak diizinkan untuk mengubah tempat tinggal atau pekerjaan, atau wisata keluar Singapura tanpa persetujuan terlebih dahulu dari  otoritas kemanan Singapura yang menangani masalah radikalisme.

Mereka juga dilarang mengeluarkan pernyataan publik dalam bentuk apapun, tidak boleh menjadi anggota organisasi, asosiasi atau kelompok tanpa persetujuan terlebih dahulu dari otoritas kemanan Singapura yang menangani masalah radikalisme. (Sumber: Straitstimes/NR)

Respon Anda?

komentar