Tiga Bom Meledak di Turki, 11 Orang Tewas

1145
Pesona Indonesia
Officials work at the blast scene after a car bomb attack on a police station in the eastern Turkish city of Elazig, Turkey August 18, 2016. Ihlas News Agency/Kamilcan Kilic/via REUTERS   ATTENTION EDITORS - THIS PICTURE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. FOR EDITORIAL USE ONLY. NO RESALES. NO ARCHIVE. TURKEY OUT. NO COMMERCIAL OR EDITORIAL SALES IN TURKEY
(foto: reuters)

batampos.co.id – Tiga ledakan bom di tiga lokasi berbeda mengguncang Turki sejak Rabu (17/8). Sedikitnya 11 orang tewas dan 224 orang lainnya terluka.

Serangan beruntun yang menarget polisi dan militer tersebut terjadi di sisi tenggara negeri. Meski kawasan itu bukan wilayah Kurdi, pemerintah menuding pemberontak PKK sebagai pelaku.

’’Dua bom mobil meledak berurutan dalam kurun waktu kurang dari 12 jam dan menewaskan enam orang,’’ kata seorang polisi.

Dia menjelaskan, dua bom tersebut meledak di kantor polisi. Masing-masing pada Rabu malam dan kemarin (18/8). Bom pertama meledak di kantor polisi Kota Van dan menewaskan tiga orang pada Rabu malam waktu setempat. Sebanyak 73 korban terluka karena ledakan.

Sekitar empat jam kemudian, ledakan kedua terjadi di kantor polisi Kota Elazig. Ledakan langsung meruntuhkan bangunan empat lantai di pusat kota tersebut.

Akibatnya, tiga polisi tewas dan puluhan orang lainnya terluka. Pada hari yang sama, bom kembali meledak di pos pemeriksaan polisi di sisi tenggara Kota Semdinli di dekat perbatasan Iraq dan Iran. Sedikitnya satu orang tewas dalam insiden tersebut.

Melalui Twitter, mantan Perdana Menteri (PM) Ahmet Davutoglu menyebut Hizmet alias pengikut Fethullah Gulen sebagai pelaku serangan. Dia yakin Hizmet bekerja sama dengan PKK.

’’Sekali lagi, dua serangan di Van dan Elazig menjadi bukti persekutuan PKK dan FETO (Fethullah Terrorist Organization, Red),’’ tulisnya. Dari ibu kota, Menteri Pertahanan Fikri Isik lantas berjanji menumpas PKK dan FETO. (jpg)

Respon Anda?

komentar