YT Kerap Lampiaskan Emosi Pada AL

435
Pesona Indonesia
(ilustrasi: jawapos)
(ilustrasi: jawapos)

batampos.co.id – YT tersangka penganiayaan terhadap Al anak angkatnya masih mendekam di sel tahanan Mapolsek Batuaji.

baca juga :

Kisah Pilu Bocah 9 Tahun, Dijual Rp 5 Juta, Disiksa Pembelinya

Ibu satu anak warga Griya Pratama Batuaji itu masih menjalani pemeriksaan sebagai tersangka atas laporan penganiayaan bocah perempuan berusia sembilan tahun itu.

Hasil penyelidikan sementara Yt diketahui memang memiliki sifat pembawaan yang emosional sehingga kuat dugaan laporan penganiayaan terhadap anak dibawa umur itu benar adanya.

Sumber dari penyelidikan polisi menyebutkan bahwa sifat emosional Yanti itu dibenarkan oleh Sp suaminya sendiri.

“Emosinya memang tidak stabil terutama saat-saat menjelang kasus dugaan penganiayaan itu terkuak ke publik dan sampai ke rana hukum seperti ini,” ujar sumber tersebut.

Sifat emosional Yanti itu diduga kuat karena situasi ekonomi keluarga yang mana penghasilan Sp sang suami sebagai pekerja di perusahaan galangan kapal mulai menurun belakangan ini.

“Jadi terganggu emosinya makanya anak ini (Al) jadi sasaran,” ujar sumber itu lagi.

Keterangan terbaru ini sejalan dengan hasil visum serta  keterangan saksi pelapor serta keterangan Al sendiri. Hasil visum menunjukan bahwa hampir sekujur tubuh bocah perempuan sembilan tahun itu ada bekas pukulan.

“Dari hasil visum memang banyak bekas aniaya di tubuh korban,” ujar Kanit Reskrim Polsek Batuaji AKP M Said.

Sementara keterangan saksi pelapor dalam hal ini warga di sekitar tempat tinggal Yanti dan keterangan Al sendiri yang menuturkan dia memang kerap dipukul, disiksa bahkan disekap serta tak dikasih makan hingga dua hari.

Dengan adanya bukti-bukti pemeriksaan sementara itu, Polsek Batuaji, kata Said akan terus melengkapi berkas penyelidikan hingga ke persidangan.

“Ini akan terus dilengkapi berkasnya. Sekarang masih fokus pada pemeriksaan tersangka,” ujar Said.

Yt sendiri meskipun awalnya sempat mengelak semua tuduhan itu akhirnya juga mengakui kalau dia memang pernah memukul Al.

“Ya pukul dan cubit memang ada tapi masih dibatas kewajaran sebagi orangtua. Untuk penyiksaan berlebihan dan sekap tidak ada itu,” ujarnya.

Al sendiri saat ini masih dibawa pengawasan pihak komisi pengawasan dan perlindungan anak daerah (KPPAD) Kepri agar haknya sebagai anak termasuk untuk tetap bersekolah tetap terjaga dengan baik.

Sementara itu dari Mega Hartati ibu kandung Al melalui kuasa hukumnya tetap mendukung pengusutan laporan dugaan penganiayaan itu.

Namun Mega keberatan dengan laporan pihak KPPAD ke Polresta Barelang terkait dugaan penelantaran anak.

Jhon Ferry Situmeang salah satu kuasa hukum Mega dari lembaga bantuan hukum Mawar Saron, Batam, menuturkan bahwa klien mereka tidak pernah menelantarkan Al.

Mega waktu itu memang menitipkan Al ke keluarga Yanti sebab keluarga Mega tak bisa menyekolahkan Al.

“Tidak benar jika ada informasi bahwa klien kami menelantarkan anaknya. Memang waktu menyerahkan anak itu, keluarga orangtua angkat anak klien kami menyerahkan sejumlah uang tapi bukan untuk transaksi jual beli melainkan untuk ongkos pulang klien kami,” ujarnya. (eja)

Respon Anda?

komentar