Akom Setuju Harga Rokok Naik Jadi Rp 50 Ribu per Bungkus

668
Pesona Indonesia
Ketua DPR Ade Komarudin. Foto: dokumen JPNN.Com
Ketua DPR Ade Komarudin.
Foto: dokumen JPNN.Com

batampos.co.id – Ketua DPR RI, Ade Komarudin, setuju harga rokok naik menjadi Rp 50 per bungkusnya.

Alasannya, menurut pria yang akrab disapa Akom tersebut, pendapatan negara akan bertambah seiring kenaikan harga rokok.

“Kalau naik harganya, pasti akan bertambah kita punya pendapatan negara. Berarti penerimaan negara dari setkor itu akan diprediksi meningkat dan akan menolong APBN kita supaya lebih sehat di masa yang akan datang,” jelasnya di Gedung DPR RI Jakarta, Jumat (19/8).

Akom juga merasa, kenaikan rokok juga dapat menekan jumlah perokok, sehingga angka kesehatan masyarakat di Indonesia dapat ditingkatkan.

“Itu sebagai salah satu langkah agar semakin hari masyarakat tidak lagi begitu banyak yang konsumsi yang diketahui (rokok) tidak sehat,” ucap politisi Golkar ini.

Usulan kenaikan harga rokok tersebut merupakan hasil studi Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI).

Selain menaikkan harga jual, pemerintah diminta dapat mengatur tata niaga rokok yang selama ini amat semrawut dan terlalu bebas. Alhasil siapa saja dan di mana saja orang bisa membeli rokok, termasuk anak yang belum cukup umur. (PS)

Respon Anda?

komentar