Awas Pedagang Beri Kembalian Permen, Hukumannya Rp 200 Juta

3369
Pesona Indonesia
Sunarti, 34, menunjukkan uang yang dia tukar dari pecahan koin menjadi pecahan 20 ribu, 10 ribu dan 5 ribuan dari Bank Indonesia yang mengadakan peduli koin dan uang kertas lusuh di Jalan Imam Bonjol, nagoya, Lubukbaja, Minggu (15/5). F Dalil Harahap/Batam Pos
Sunarti, 34, menunjukkan uang yang dia tukar dari pecahan koin menjadi pecahan 20 ribu, 10 ribu dan 5 ribuan dari Bank Indonesia yang mengadakan peduli koin dan uang kertas lusuh di Jalan Imam Bonjol, Nagoya, Lubukbaja, Minggu (15/5). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Untuk Anda para pedagang/penjual, mulai sekrang siapkan uang receh atau logam ya. Jangan lagi beri kembalian dengan permen.

Tapi tahukah anda, bila model transaksi tersebut dilarang. Merujuk UU RI Nomor 7 Tahun 2011, mereka yang kedapatan melakukan hal ini terancam 1 tahun penjara dan denda Rp 200 juta.

“Tolak kalau pengembalian pakai permen dan lain-lain. Bila ada yang melakukan itu, bisa kena pidana. Ancaman tinggi lho, satu tahun penjara dan denda Rp 200 juta. Sudah ada undang-undangnya. Jadi, jangan main-main,” ucap Deputi Bidang Sistem Pembayaran dan Manajemen Intern BI Perwakilan Palangka Raya Harif Winanto kemarin (19/8) dilansir Kaltim Post.

Didampingi Deputi Perwakilan BI Kalteng Setian, Winanto mengakui, hal tersebut terjadi karena banyak warga yang tidak menggunakan uang rupiah logam dalam bertransaksi.

Bahkan, mereka tidak mengembalikan uang transaksi dalam bentuk uang. Namun, ditukar dengan permen, makanan, dan permainan anak-anak.

“Itu sudah melanggar aturan. Emang mau pedagang atau pengusaha beli beras ditukar permen,” ucapnya kepada awak media. (daq/vin/mam/JPG)

Respon Anda?

komentar