Diterjang Puting Beliung, Balai Belajar Berantas Buta Aksara Suku Laut Roboh

716
Pesona Indonesia
Kondisi balai buta aksara yang roboh. foto: istimewa
Kondisi balai buta aksara yang roboh. foto: istimewa

batampos.co.id – Akibat diterjang angin puting beliung yang terjadi beberapa hari belakangan di Selat Kongky, Desa Pena’ah, bangunan balai serba guna yang digunakan tim aktivis roboh tak bersisa. Aktifitas belajar pemberantasan buta aksara Suku Laut pun terhenti.

Informasi yang diperoleh koran Batam Pos (group batampos.co.id), balai terbuka dengan luas 6 x 6 meter tersebut dengan atap seng rusak parah. Tiang penyangga roboh diterjang angin puting beliung. Rumah-rumah warga Suku Laut yang berada disekitar lokasi juga terkena dampak terjangan angin kencang tersebut.

“Sampai sekarang belum ada perbaikan. Inilah balai satu-satunya yang kami punya untuk berbagi ilmu dengan anak-anak dan warga Suku Laut,” ungkap Densy Diaz, motor aktivis buta aksara Jembatan Ilmu Desa Pena’ah, Jum’at (19/8).

Dikatakan Diaz, robohnya balai ini membuat aktivitas belajar mengajar terpaksa dihentikan untuk sementara. Selain itu, sebagian atap rumah warga juga rusak akibat cuaca ekstim ini.

“Sementara kita hentikan dulu. Sebab tidak memungkinkan. Rasanya sedih karena tidak ada lagi tempat kami belajar sekarang,” timpal Diaz.

Saat ini, kata Diaz, ada 18 anak Suku Laut dan juga 18 kepala keluarga Dusun Selat Kongky yang ikut dalam kegiatan pemberantasan buta aksara. Ia berharap, hal ini menjadi perhatian pemerintah dalam memenuhi kebutuhan hak-hak anak Suku Laut.

“Kita berharap segera diperbaiki. Kita juga membuka donasi bagi kawan-kawan dan saudara yang ingin membantu membangun ulang balai ini. Robohnya balai tempat kami belajar jadi kado paling menyedihkan dihari kemerdekaan ini,” tutup Diaz. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar