Festival Bahari kian Dekat, Ayo Jaga Kebersihan Laut

2193
Pesona Indonesia
Parade perahu akan memeriahkan Festival Bahari Kepri pada Oktober mendatang. foto:ysunadi/batampos
Parade perahu akan memeriahkan Festival Bahari Kepri pada Oktober mendatang. foto:ysunadi/batampos

batampos.co.id – Kurang dari dua bulan, Festival Bahari Kepri 2016 di Tanjungpinang dilaksanakan. Waktu selama 60 hari ke depan ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mematangkan kesiapan penyelenggaraan festival yang berbarengan dengan Sail Karimata 2016 ini. Di antara kesiapan yang harus mulai sejak sekarang dikerjakan adalah kebersihan. Sepintas, urusan ini sepele. Tapi, Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Riono menganggapnya sebagai perkara serius.

“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat, utamanya yang tinggal di wilayah pesisir, untuk menjaga lingkungannya jelang FBK tahun ini,” kata Riono, kemarin.

Imbauan yang mesti dilantangkan sejak dini. Mengingat Pemerintah Kota Tanjungpinang kedapatan tanggung jawab untuk menyelenggaraka sejumlah kegiatan di wilayah pesisir. Lomba balap perahu naga, misalnya. Sebab itu, Riono enggan timbul stigma negatif dari peserta dalam dan luar negeri akibat kondisi pesisir Tanjungpinang yang dipadati sampah laut.

“Tamu mana sih yang suka bertamu ke tempat yang kotor. Karena itu, menciptakan wilayah pesisir yang bersih itu perlu kesadaran bersama dari segala pihak,” ucap Riono.

Memang, diakui Riono, Peraturan Wali Kota tentang Persampahan belum secara resmi diterapkan. Hanya saja, ia merasa bahwasanya menjaga kebersihan adalah kewajiban bersama. Wilayah pesisir yang bersih, sambung Riono, tentu juga memiliki banyak manfaat selain dari sekadar menciptakan lingkungan yang sehat.

“Namanya juga laut, pasti kalau airnya bersih ikannya juga bagus-bagus. Semua diuntungkan kalau mau menjaga bersih lingkungannya,” kata Riono.

Rangkaian Festival Bahari Kepri di Tanjungpinang, sambung Riono, juga bakal dibarengkan dengan peresmian Gedung Gonggong, yang kemudian gedung baru dengan anggaran sebesar Rp 14,3 miliar itu juga diwacanakan jadi gelanggang pesta pamungkas Sail. “Malam puncak perayaannya di sana,” ungkap Riono.

Ada dua tujuan dibalik penetapan itu. Riono menguraikan, momentum Sail Karimata yang disejalankan dengan Festival Bahari Kepri adalah sepaling-paling tepatnya untuk mengenalkan fasilitas baru yang dipunya Tanjungpinang. Kemudian tujuan kedua adalah menarik minat wisatawan. Karena selain bakal turut dijadikan satu dari ikon wisata Tanjungpinang, Gedung Gonggong juga bakal difungsikan sebagai pusat informasi pariwisata.

“Sebab itu, kami sudah menggesa kontraktor agar menepati target penyelesaiannya akhir September mendatang,” pungkasnya. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar