Mahasiswa Baru STIKes Ibnu Sina Antusias Ikuti Kuliah Perdana

1384
Pesona Indonesia
Seluruh mahasiswa baru berfoto bersama dengan pembimbing dan panitia usai menggelar kuliah perdana  di aula Yayasan Ibnu Sina. Foto: Ist
Seluruh mahasiswa baru berfoto bersama dengan pembimbing dan panitia usai menggelar kuliah perdana di aula Yayasan Ibnu Sina. Foto: Ist

batampos.co.id – Kuliah perdana STIKes IBNU SINA Senin (15/8) di Aula Yayasan Ibnu Sina menghadirkan , DR.Drs. Kintoko Rochadi, MKM dan Ketua STIKes Ibnu Sina, Fitri Sari Dewi selaku pembicara.

Kegiatan yang mengusung tema ‘mahasiswa yang inovatif dan pekerja keras’ yang juga bekerjasama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) cukup antusias dikuti mahasiswa.

Ketua STIKes, Ibnu Sina, Fitri menyampaikan ada cara belajar yang berbeda antara sekolah dengan kuliah, dan menjadi mahasiswa harus berinovasi.

“Inovasi yang dapat dilakukan mahasiswa, yaitu Mandiri, dalam arti mahasiswa harus baca lebih banyak, belajar lebih banyak, dan mendapat informasi lebih banyak,” ujarnya dalam sambutan kuliah perdana, Senin (15/8) lalu.

Selain itu, Kintoko Rochadi selaku pembicara menyampaikan manfaat belajar menumbuhkan motivasi pada diri seseorang untuk meraih kesuksesan, dan menjadi orang yang dibutuhkan lingkungan.

“Bekerjalah, belajarlah dengan cinta” katanya.

Lebih lanjut ia menuturkan kerja Keras adalah bekerja dengan sungguh-sungguh, sekuat daya dan tenaga, penuh semangat, pantang menyerah, untuk mencapai hasil terbaik, terlalu fokus pada pekerjaan, hingga tak punya waktu dan energi lagi untuk melakukan kegiatan yang lain.

Sedangkan Kerja Cerdas adalah kerja yang tidak hanya mengandalkan otot, namun menggunakan otak untuk berpikir kreatif dan inovatif, sehingga mendapatkan hasil yang maksimal, dengan waktu yang efektif, agar memiliki waktu dan energi untuk melakukan kegiatan atau pekerjaan yang lainnya.

“Pandai melihat peluang, memperhitungkan risiko dan mampu mencari solusi dalam penyelesaiannya,” sebutnya.

Dia menambahkan tips belajar di perguruan tinggi kepada mahasiswa baru, yakni belajar lebih mandiri, efektif (smart), bukan belajar keras (hard). Mahasiswa mandiri harus bisa memanajemen waktu, sehingga efektif dalam belajar, berpikir dan bermotivasi yang positif, serta memahami hidup adalah keseimbangan. (cr20)

Respon Anda?

komentar