Naharudin Tunggu Restu Gubernur untuk Daftar Seleksi Sekda Kepri

1869
Pesona Indonesia
Kepala Bappeda Kepri, Naharuddin. foto:dok
Kepala Bappeda Kepri, Naharuddin. foto:dok

batampos.co.id – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kepri, Naharudin mengatakan dirinya berencana akan mendaftar sebagai calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri, Senin (22/8) mendatang. Pasalnya, dirinya masih belum meminta persetujuan dari Gubernur Kepri, Nurdin Basirun.

“Rencana hari ini (kemarin,red) saya akan mendaftar ke Pansel. Akan tetapi ada beberapa persyaratan yang belum lengkap,” ujar Naharudin menjawab pertanyaan Batam Pos, Jumat (19/8) di Tanjungpinang.

Diungkapkannya, Laporan Hasil Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) dirinya baru sampai sore kemarin. Sementara jadwal pendaftaran sampai pukul 15.00 WIB atau sesuai dengan jam kerja. Sehingga tidak terkejar waktunya. Selain itu dirinya masih belum memberitahunkan kepada Gubernur

“Untuk pendaftarankan harus diketahui Bapak Gubernur. Karena ada beberapa perangkat yang harus disahkan oleh Bapak Gubernur. Insya Allah saya akan daftar pada hari terakhir nanti,” jelas Nahar.

Menurut Nahar, keputusan tersebut bukan merupakan ambisi bagi dirinya, melainkan panggilan tugas. Pasalnya, jabatan Sekda adalah jabatan karir dan tertinggi di pemerintahan provinsi. “Panitia sudah membuat syarat umum dan khusus. Alhamdulillah saya sudah memenuhi syarat-syarat tersebut,” beber mantan Kadispenda Kepri tersebut.

Masih kata Nahar, dirinya adalah pejabata karir dan sudah mengabdi selama 31 tahun diberbagai posisi strategis. Sehingga sudah menjadi panggilan tugas dan pengabdidan. Masih kata Nahar, melalui jalan tersebut dirinya bisa lebih mengabdikan diri untuk pembangunan di Provinsi Kepri.

“Sudah saya tanamkan didalam hati saya. Ini panggilan tugas dan pengabdidan, apa yang saya miliki tentunya akan saya berikan yang terbaik untuk pembangunan Kepri,” paparnya.

Disinggung apakah dirinya siap untuk bertarung dengan kandidat-kandidat yang lain seperti Edy Sofyan, Tengku Arif Fadillah, Syamsul Bahrum maupun istrinya, Reni Yusneli yang juga berhasrat untuk ikut meskipun belum menjalani Diklatpim I. Terkait hal itu, Nahar menegaskan ikut seleksi Sekda bukan merupakan sebuah pertandingan olahraga.

“Ini bukan pertandingan olahraga, tetapi ini adalah jabatan karir bagi seorang Aparatur Sipil Negara. Tentu merupakan panggilan jiwa bagi saya,” tutup Nahar.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar