Pembangunan Pelabuhan Perikanan Selat Lampa Sudah Habiskan Anggaran Rp 200 Miliar

1335
Pesona Indonesia
Lokasi pembangunan Pelabuhan Selat Lampa sebagai pintu ekspor ikan internasional. foto:dok
Lokasi pembangunan Pelabuhan Selat Lampa sebagai pintu ekspor ikan internasional. foto:dok

batampos.co.id – Sekjen Kementerian Kelautan dan Perikanan, Sjarif Widjaya mengungkapkan, pemerintah pusat sudah menghabiskan anggaran sekitar Rp 200 miliar dalam menyiapkan pelabuhan perikanan di Selat Lampa Natuna, sejak tahun 2014 lalu.

“Jumlah anggaran itu sudah berjalan sampai akhir ditahun 2016 ini, mulai pengerukan, reklamasi pembangunan fisik pelabuhan, fasilitas pelabuhan, dok jaring, kantor, gudang beku sampai bantuan budidaya rumput laut,” kata Sjarif kemarin.

Hingga akhir tahun 2016 ini, kata Sjarif, sentra kelauatan dan perikanan di Selat Lampa murni dibangun dari anggaran daerah. Namun tahun 2017 mendatang, pemerintah membuka bagi investasi swasta untuk ikut membangun.

“Nanti diberikan kapling-kapling bagi investasi perusahaan swasta ikut membangun,” ujar Sjarif.

Kementerian, sambung Sjarif, juga akan membangun solar packet dealer nelayan (SPDN) di Selat Lampa untuk mendukung aktifitas di sentra perikanan. Untuk sementara sentra perikanan akan kerjasama dengan PLN memenuhi sumber listriknya.

“Sementara untuk jangka pendeknya masih gunakan mesin pembangkit tenaga diesel, baru selanjutnya pembangkit tenaga gas,” terang Sjarif.

Dikatakan Sjarif, kelanjutan penyelesaian sentra kelauatan dan perikanan bertaraf internasional ini diperlukan dukungan dari pemerintah daerah. Melalui penandatangan kerjasama antara kementerian kelautan dan perikanan bersama pemerintah daerah.

“Pemerintah daerah sendiri punya peran, melengkapi apa saja yang menjadi wewenang pemerintah daerah Natuna. Misalnya listrik penerangan jalan sampai peraturan daerah yang berhubungan dengan teknis setelah sentra perikanan beroperasi,” terang Sjarif dalam perjalanan di atas kapal latih dan riset KKP kemarin.

Pemerintah daerah tentunya, kata Sjarif, bisa menargetkan pendapatan daerah dari retribusi daerah, seperti retribusi pendaratan ikan dari nelayan. Karena semua kapal tangkap beroperasi di laut Natuna, hasil tangkapannya harus didaratkan di Selat Lampa.

Pada peletakan pondasi pembangunan gudang beku pelabuhan perikanan di Selat Lampa, disejalankan penandatangan kerjasama antara menteri kelautan dan perikanan Susi Pudji Astuti dan Bupati Natuna Hamid Rizal. Sekaligus menyerahkan sejumlah bantuan kepada nelayan.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar