Percetakan Sawah di Desa Bukit Langkap Ditargetkan Selesai Oktober

926
Pesona Indonesia
Brigjen TNI FX Bangun Pratiknyo, komandan satuan tugas Percepatan Cetakan Sawah (PCS) TNI AD di Desa Bukit Langkap. foto:hasbi/batampos
Brigjen TNI FX Bangun Pratiknyo, komandan satuan tugas Percepatan Cetakan Sawah (PCS) TNI AD di Desa Bukit Langkap. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Brigjen TNI FX Bangun Pratiknyo, komandan satuan tugas Percepatan Cetakan Sawah (PCS) TNI AD menargetkan bulan Oktober 2016 mendatang, pengerjaan 100 hektare sawah Desa Bukit Langkap selesai. Hal tersebut diungkapkannya saat kunjungan kerja ke lokasi PCS di Kecamatan Lingga Timur, Kabupaten Lingga, Kamis (18/8).

Dilanjutkan Bangun, untuk proses penanaman, pihaknya akan dibantu Ady Indra Pawennari, konsultan persawahan Lingga yang telah membuka sawah di Desa Sungai Besar beberapa waktu lalu. Pengalaman yang dimiliki Ady, menurut Bangun akan sangat membantu PCS Desa Bukit Langkap tersebut.

“Target kita, Oktober ini selesai. Pak Ady yang akan membantu pengerjaanya,” ungkap Bangun P.

Peresmian yang telah berlangsung sehari sebelumnya tersebut oleh Bupati Lingga, Alias Wello, dikatakan Bangun akan langsung dikerjakan bertahap. Lahan yang selesai dibuka akan langsung ditanami.

“Jadi setiap 5 atau 10 hektar lahan yang sudah tercetak, langsung diserahkan untuk ditanam,” ungkapnya.

Dengan metode seperti ini, ia optimis progres PCS Desa Bukit Langkap akan segera terealisasi. “Minimal September nanti sudah tercapai 50 persen, jadi bisa lebih cepat,” terangnya.

Sementara untuk pola pembagian sawah, kata Bangun, telah diatur. Melalui pemerintah desa, telah dibentuk dua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang mengakomodir 133 kepala keluarga (KK) desa tersebut.

“Nanti masing-masingnya direncanakan dapat 1 hektar. Kalau yang belum kebagian, diharapkan bersabar karena tahun depan Insya Allah kita lanjutkan lagi,” jelasnya.

Sementara terkait kebutuhan alat berat pihaknya akan mengerahkan sebanyak 8 unit alat berat. Namun untuk sementara ini masih menggunakan 2 unit alat yang tersedia di Lingga. Sisanya akan didatangkan langsung dari provinsi agar progres PCS dapat lebih cepat.

“Saya sudah berbicara dengan Dirjen Cetak Sawah Kemetrian Pertanian RI untuk segera menghadirkan alsintannya (alat bajak),” tuturnya.

Ia berharap, lahan sawah yang dicetak nanti dimanfaatkan warga bukan hanya untuk padi. Namun juga dapat dimanfaatkan untuk peternakan ikan dan bebek yang juga akan memberi ekonomi bagi masyarakat. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar