Sentra Perikanan Selat Lampa Bakal Jadi Penggerak Ekonomi di Natuna

622
Pesona Indonesia
Susi Pudjiastuti. Foto: tempo.co
Susi Pudjiastuti. Foto: tempo.co

batampos.co.id – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudji Astuti meyakinkan masyarakat Natuna akan mengalami perubahan ekonomi lebih baik setelah sentra perikanan di Selat Lampa difungsikan.

Menurut Susi, sentra perikanan di Selat Lampa di Natuna adalah pintu ekspor perikanan di wilayah barat. Perannya dalam menggerak ekonomi menjadi penting, baik untuk masyarakat maupun pemerintah daerah.

“Masyarakat akan punya usaha baru, setelah sentra perikanan Selat Lampa beroperasi. Karena banyak kebutuhan yang diperlukan nelayan-nelayan tangkap di wilayah Natuna,” sebut Susi yakinkan masyarakat kemarin usai menyerahkan bantuan kepada nelayan.

Dikatakan Susi, masyarakat bisa punya usaha rumah kontrakan, bagi nelayan-nelayan yang akan beristirahat didarat. Tentu dibarengi kebutuhan pokok yang terus meningkat, dengan bertambahnya penghuni.

Selain usaha baru, sambung Susi, kementerian kelauatan dan perikanan akan terus memberikan perhatian khusus kepada nelayan lokal. Nantinya semua nelayan Natuna akan dibantu kapal tangkap dengan bahan fiber, menggantikan kapal kayu.

“Bantuan kapal tangkap diberikan tepat sasaran. Kapal tangkap nelayan dari kayu ditukarkan kapal tangkap fiber, tentu alat tangkap yang menunjang,” janji Susi.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Susi juga mengharapkan kesadaran nelayan lokal agar tetap ramah pada lingkungan, tidak menggunakan alat tangkap secara ilegal yang merusak laut. Supaya sumber daya perikanan di Natuna bisa dinikmati generasi selanjutnya hingga ke anak cucu.

Mulai sekarang sambungnya nelayan tidak ada lagi memasang jaring dibawah 4 mil pantai. Karena kawasan pinggiran pantai tempat berkembang biaknya ikan. Pemerintah daerah bisa buatkan peraturan daerah mengatur batasan itu.

“Ikan itu pacaran dan bertelur di kawasan pantai, kalau di pantainya dipasang jaring, habitatnya terancam. Pak Bupati bisa buatkan peraturan daerah mengatur batasan pemasangan jaring atau kelong,” tegas Susi.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar