Seribu Pohon untuk Lingkungan Hidup

1951
Pesona Indonesia
Bupati Karimun H Aunur Rafiq ketika menyerahkan piagam penghargaan ke Sugianto Kepala SMPN 1 Karimun yang berhasil meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Kepri diperingatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2016.foto:tri haryono/batampos
Bupati Karimun H Aunur Rafiq ketika menyerahkan piagam penghargaan ke Sugianto Kepala SMPN 1 Karimun yang berhasil meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Kepri diperingatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2016.foto:tri haryono/batampos

batampos.co.id – Bupati Karimun, Aunur Rafiq berpesan, kepada masyarakat agar menggiatkan untuk menanam pohon di lingkungan masing-masing. Sebab, pohon sangat berarti bagi manusia di bumi ini maupun bagi alam semesta. Baik di saat musim kemarau maupun musim hujan tiba.

”Di hari lingkungan hidup ini, marilah kita menjaga lingkungan salah satunya minimal menanam pohon di rumah. Untuk mempertahankan ekosistem lingkungan secara berkelanjutan,” tuturnya.

Sementara dalam memperingati hari lingkungan hidup, dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Kepri melakukan penanaman pohon 1.000 batang di bibir pantai Coastal Area. Penanaman pohon tersebut melibatkan seluruh elemen masyarakat.

”Kenapa kita lakukan di bibir pantai Coastal Area untuk pengendalian perubahan iklim yang terjadi saat ini, serta untuk menahan naiknya suhu bumi,” jelas Kepala BLH Provinsi Kepri, Yerry Suparna kepada para awak media, kemarin (19/8).

Dikatakannya, Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environment Day (WED) merupakan salah satu kampanye global terbesar, terkait pelestarian lingkungan hidup. Tujuannya menginspirasi setiap orang di bumi, untuk mengambil tindakan dalam melestarikan lingkungan hidup. Dengan tema yang diangkat pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini “Memerangi Perdagangan Satwa Liar”.

Di mana perdagangan satwa liar telah menjadi pengikis keanekaragaman hayati di bumi, dan mengancam kelangsungan hidup berbagai spesies yang mengagumkan. “Satwa-satwa liar tersebut saat ini menjadi hewan langka yang terancam punah. Maka dari itu sudah sangat tepat penyatuan lingkungan hidup dan kehutanan, yang merupakan penunjang kehiupan masyarakat,” pintanya.(tri/bpos)

Respon Anda?

komentar