Keluarga Histeris Melihat Jenazah Hesti, Calon Pengantin yang Meninggal karena Pompong Tenggelam

16890
Pesona Indonesia
Muhammad Rohib melihat jenazah istrinya yang terbujur kaku akibat pompong yang ditumpangi dari Tanjungpinang ke Penyengat tenggelam, Minggu (21/8/2016). Foto: yusnadi/batampos
Muhammad Rohib melihat jenazah istrinya yang terbujur kaku akibat pompong yang ditumpangi dari Tanjungpinang ke Penyengat tenggelam, Minggu (21/8/2016). Foto: yusnadi/batampos

batampos.co.id -Keluarga besar Hesti Susilawati binti Subagyo (sebelumnya tertulis Hestii Subagyo sesuai nama di facebooknya, red), calon pengantin yang menjadi korban tenggelamnya pompong penyeberangan Tanjungpinang ke tempat wisata Penyengat, Minggu pagi (21/8/2016), histeris mendapati Hesti dan keluarganya yang lain terbujur kaku di RSUD Kota Tanjungpinang.

”Ya Allah cobaan apa ini,” ujar Muhammad Rohib, keluarga Hesti begitu melihat satu per satu jenazah keluarganya.

Baca Juga:
> Pompong Tanjungpinang-Penyengat Tenggelam, Sudah 10 Penumpang Tewas Ditemukan
> Resty, Warga Batam yang Selamat Saat Pompong Tanjungpinang-Penyengat Tenggelam
> 5 Penumpang Pompong Tanjungpinang-Penyengat yang Tenggelam Belum Ditemukan
> Estii Subagyo, Calon Pengantin yang Meninggal pada Tragedi Pompong Tenggelam Tanjungpinang-Penyengat
> Detik-Detik Pompong Tanjungpinang-Penyengat Tenggelam Versi Resty, Korban Selamat

Tangisnya makin menjadi-jadi begitu membuka kantung mayat yang ternyata berisi mayat Hesti. “Ini adik ipar saya, Hesti Susilawati, dia akan melangsungkan pernikahan pada 8 September 2016,” ujar Rohib sambil membelai rambut keponakannya yang sudah terbujur kaku itu.

Ia kemudian membuka kantung mayat yang lain: ”Ini Saniati Binti Naji mertua saya, kalau ini Wiwid Sugiarto Binti Subagiyo istri saya, dan ini Fitara Ningrum (9) anak saya mas, Ya Allah…ga kuat saya,” ujarnya. Rohib makin histeris.

Tak hanya itu, dari lima orang yang dinyatakan hilang dan masih dalam tahap pencarian tim SAR gabungan, dua masih anggota keluarga Rohib.

”Namanya Bagyo (50) dan Mistam (45) yang belum ditemukan mas. Semuanya ada enam mas,” ujarnya.

Jemari Rohib bergetar menunjukkah satu persatu keluarganya yang berada dalam kantong jenazah.

Hingga petang, tampak satu per satu kerabat korban berdatangan sambari membesarkan hati Rohib.

”Astagfirullah le, Piye iki (Astagfirullah, kenapa ini,-Jawa), besok kamu mau nikah,” ujar seorang wanita paruh baya sambil memeluk jenazah Hesti.

Tangisan di dalam ruangan evakuasi saling bersahutan, bahkan awak media sempat menangkap beberapa perawat rumah sakit turut menangis.

”Sabar ya bu, ini musibah kita semua, ibu harus kuat ya,” kata perawat yang berusaha menenangkan keluarga yang tampak tertekan.

Empat keluarga Rohib yang telah ditemukan meninggal itu dimakamkan di TPU Angrek Merah yang sebelumnya disemayamkan di rumah duka Jalan Pramuka Lorong Buru. (cr33/tanjungpinangpos)

Respon Anda?

komentar