Awalnya Pengunjung Di Acara Nikahan Ini Menari Bahagia, Sampai Hal Mengerikan Terjadi..

459
Pesona Indonesia
073019_682146_Bom_di_pernikahan_d
korban bom bunuh diri di pesta pernikahan f.AFP

batampos.co.id – Pesta pernikahan merupakan saat-saat paling membahagiakan bagi kedua mempelai beserta kedua pihak keluarga. Namun apa jadinya bila berakhir dengan pertumpahan darah?

Pesta pernikahan pasangan Besna dan Nurettin Akdogan di Gaziantep, kota di tenggara Turki, Sabtu malam waktu setempat (20/8), berubah menjadi tragedi bertabuh jeritan tangis. Sebuah bom bunuh diri meledak di tengah-tengah kerumunan tamu.

Setidaknya 50 orang tewas dan sekitar 94 korban menderita luka-luka. Korban termasuk perempuan dan anak-anak.

Serangan tersebut merupakan yang paling mematikan di Turki sepanjang tahun ini. Kedua mempelai selamat meski ikut terluka dan menjalani perawatan di rumah sakit.

Pemerintah Turki menuding Islamic State (IS) alias ISIS sebagai pelaku. ’’Daesh (ISIS, Red), tampaknya, menjadi pelaku serangan di Gaziantep. Negara dan bangsa kami memiliki satu pesan terhadap siapa saja yang menyerang kami: kalian tidak akan berhasil,’’ kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kemarin (21/8).

Dia menyatakan, ISIS tidak berbeda dengan dua kelompok lain yang merongrong otoritas Turki. Yaitu, pemberontak PKK (Partai Pekerja Kurdistan/Partiya Karkerên Kurdistan) Kurdi dan pendukung Fethullah Gulen yang dituding menjadi dalang di balik kudeta beberapa waktu lalu.

Pernikahan di Gaziantep dihadiri banyak warga Kurdi. Kantor berita Dogan mengungkapkan bahwa kedua mempelai berasal dari wilayah Siirt yang mayoritas penduduknya Kurdi. Mereka pindah ke Gaziantep karena kericuhan di tempat asalnya. Karena itu, dalam acara pesta pernikahan tersebut, mayoritas tamunya adalah warga etnis terbesar yang tidak punya negara tersebut. Beberapa anggota Partai Rakyat Demokratik (HDP) yang pro terhadap warga Kurdi ikut hadir.

ISIS memang kerap menyerang warga Kurdi. Erdogan menjelaskan bahwa serangan-serangan itu bertujuan memecah belah kelompok-kelompok yang berbeda di negerinya. Juga menyebarkan hasutan antaretnis dan agama. Ada beberapa kelompok masyarakat di Negeri Dua Benua tersebut. Yakni, warga Arab, Kurdi, dan Turkmen.

Serangan terjadi saat hampir tengah malam. Ketika itu berlangsung pesta henna, tanda berakhirnya perayaan pernikahan. Tangan dan kaki para tamu dihias dengan henna. Ada yang menari di jalanan. Sebagian lainnya duduk-duduk sambil mengobrol dengan tamu lain.

’’Pesta perayaan sudah hampir berakhir saat ada ledakan di antara orang-orang yang berdansa. Darah dan potongan tubuh ada di mana-mana,’’ ujar Veli Can, 25, salah seorang tamu.

Pelaku menyamar sebagai undangan dan membaur dengan para tamu sebelum meledakkan diri. Hingga kemarin, bekas darah dan pecahan kaca berserakan di jalan dekat rumah mempelai. Saat ini kepolisian mencari dua tersangka yang pergi setelah mengantar pelaku ke lokasi.

Gaziantep yang menjadi lokasi serangan memang hanya berjarak 60 kilometer di sisi utara perbatasan Syria. Kota itu juga hanya berjarak 95 kilometer dari Aleppo. Selama ini Gaziantep menjadi pusat berkumpulnya warga Syria yang melarikan diri dari perang di negaranya.

Para aktivis dan pengungsi khawatir jika Gaziantep menjadi pusat kemunculan para militan. Sebab, tidak tertutup kemungkinan mereka masuk ke kota tersebut dengan menyaru sebagai pengungsi. ISIS sudah berkali-kali menyerang Turki lewat berbagai ledakan bunuh diri.

Beberapa jam sebelum serangan di Gaziantep, Perdana Menteri (PM) Turki Binali Yildirim menegaskan, pada enam bulan mendatang Ankara berperan lebih aktif dalam penyelesaian perang Syria.

Selama ini Turki dituding tutup mata atas meningkatnya kekuatan ISIS di Syria. Beberapa menduga Turki bersekongkol dengan ISIS untuk menggulingkan Presiden Syria Bashar al-Assad.

Turki baru tegas melakukan perlawanan setelah ISIS beberapa kali menyerang di tanah Ankara. Belum diketahui serangan di Gaziantep itu merupakan jawaban atas pernyataan Yildirim tersebut.(jpnn)

Respon Anda?

komentar