Awe Resmikan Vihara Kumala Maitreya

948
Pesona Indonesia
 Bupati Lingga, Alias Wello meresmikan Vihara Kumala Maitreya di Dabo Singkep, Minggu (21/8) pagi. foto:net
Bupati Lingga, Alias Wello meresmikan Vihara Kumala Maitreya di Dabo Singkep, Minggu (21/8) pagi. foto:net

batampos.co.id – Bupati Lingga, Alias Wello meresmikan Vihara Kumala Maitreya di Dabo Singkep, Minggu (21/8) pagi, dengan membubuhkan tandatangan di prasasti serta memotong pita. Bupati yang akrab disapa Awe ini juga menjanjikan bantuan kepada vihara tersebut.

“Walau saya tidak menyebutkan angka, tapi mulai tahun depan akan ada bantuan untuk Vihara ini,” kata Awe dalam sambutannya.

Awe mengingat, pembanguanan vihara ini telah dirintis bukan dalam waktu yang singkat yakni sejak 27 tahun silam. Namun sekarang telah berdiri megah yang menandakan adanya kebersamaan antar umat beragama di Kabupaten Lingga.

Dalam kesempatan itu, Awe mengajak seluruh masyarakat agar tidak menjadikan agama sebagai perbedaan bagi sesama mahluk hidup. Selain itu dia menginginkan seluruh umat beragama agar saling menjaga persatuan dan kerukunan antar umat beragama, suku ras dan golongan.

Lebih dari itu, Awe menegaskan, agama adalah salah satu wadah bagi umat manusia untuk meningkatkan moral dalam menjalani hidup keseharian. ilmu tanpa moral akan membuat manusia dilanda kehancuran sehingga harus berimbang antara ilmu pengetahuan dan moral.

Di tempat yang sama, Ketua Walubi Kepri, Hengky Suryawan mengatakan, di Provinsi Kepri tidak pernah terjadi pergolakan terkait agama, terlebih kerusuhan seperti di daerah lain. Untuk itu, Hengky meminta kepada seluruh tokoh agama agar dapat menyelesaikan permasalahan dengan baik, tidak anarkis.

Selain itu, Hengky meminta kepada Pemerintah Daerah agar lebih memperhatikan keberlangsungan rumah ibadah. Di Kepri menurutnya banyak rumah ibadah seperti vihara yang tidak dapat beroperasi karena tidak ada bantuan.

Sementara itu, Pembimbing Masyarakat Kepri, Widya Wimamsidi yang turut menghadiri peresmian itu mengharapkan agar vihara tidak hanya sebagai tempat beribadah namun juga sebagai tempat pendidikan, pengembangan seni budaya agama Budha, vihara sebagai pusat kegiatan sosial pelayanan ummat Budha seperti pelayan kematian, perkawinan dan lainnya. (wsa/bpos)

Respon Anda?

komentar