Buru Beach Festival 2016, Sajikan Wisata Sejarah di Kecamatan Buru

1261
Pesona Indonesia
Buru Beach Festival 2016 yang telah dibuka Bupati Karimun, Aunur Rafiq, Sabtu (20/8) lalu. foto:humas pemkab
Buru Beach Festival 2016 yang telah dibuka Bupati Karimun, Aunur Rafiq, Sabtu (20/8) lalu. foto:humas pemkab

batampos.co.id – Buru Beach Festival 2016, secara resmi dibuka, Sabtu (20/8) di pantai wisata Tanjungambat, Kecamatan Buru. Festival pantai yang berlangsung selama empat hari itu, merupakan wujud kampanye wisata sejarah yang disejalankan dengan HUT ke-71 RI.

Pembukaan dilakukan oleh Bupati Karimun, Aunur Rafiq. Selain diikuti 12 kecamatan se Kabupaten Karimun, peserta juga datang dari Provinsi Riau untuk sejumlah lomba. Di antaranya, Berunok Hunting festival dan Dayung Sampan Festival.

“Walaupun Pemkab Karimun sedang defisit anggaran, namun itu tidak menjadi halangan untuk mempromosikan daerah kita yang dilakukan oleh Pemerintah Kecamatan Buru. Dan saya upayakan untuk merealisasikan jalan paving blok di sekitar pantai Tanjung Ambat ini, agar wisatawan yang berkunjung lebih cepat aksesnya,” ungkap Aunur Rafiq saat pembukaan festival.

Kemudian, kata Rafiq, tahun depan supaya diagendakan kegiatan serupa untuk menarik minat para pelaku usaha wisata supaya membawa wisatawan berkunjung ke pulau Buru ini. Serta beberapa tempat wisawan lainnya, mengingat di Kecamatan Buru ini objek wisata bersejarah masih banyak.

“Perlu ada kerjasama dari semua pihak, untuk menarik wisatawan datang ke Buru ini. Baik itu masyarakatnya, pemerintah maupun pelaku usaha yang mengeluti traveling,” paparnya.

Sementara Camat Buru, Hasan Hidayat mengungkapkan, bahwa Pulau Buru dulunya juga merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Melayu Johor-Riau. Selain itu ada juga objek wisata religi seperti makam si Badang Perkasa, Tua Pekong Tua, dan makam penyiar agama Islam. Sedangkan objek wisata alam seperti Pantai Tanjungambat, dan kolam pemandian air panas di Desa Tanjunghutan.

“Buru Beach Festiva 2016 ini menyajikan nuansa yang baru bagi pengunjung dari luar daerah dan masyarakat Kecamatan Buru berupa Berunok Hunting Festival dan Dayung Sampan Festival. Berunok yakni sejenis biota laut yang terdapat di lumpur-lumpur pantai yang menjadi kuliner khusus masyarakat pantai,” ucapnya.

Kemudian, dalam kesempatan tersebut Bupati Karimun, berkenan untuk melepas peserta lomba Jong, sejenis perahu layar ukuran mini yang terbuat dari kayu memiliki sejumlah layar menggunakan kain. (tri/bpos)

Respon Anda?

komentar