Hadapi Bencana Kabut Asap, Khofifah Bangun Shelter di Titik Rawan Karhutla

373
Pesona Indonesia
Kabut asap yang meliputi Pekanbaru tahun lalu. Singapura memerintahkan menangkap pengusaha asal Indonesia karena bencana asap tahun lalu.foto:dok
Ilustrasi.foto:dok

batampos.co.id – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mendirikan shelter di berbagai titik yang rawan untuk menghadapi kemungkinan bencana kabut asap yang berpotensi kembali terjadi November mendatang.

Shelter tersebut dibangun di tiga kabupaten, yakni Ogan Ilir, Musi Banyuasin, dan Ogan Komering Ilir.

Khofifah mengatakan di dalam shelter itu pemerintah sudah siapkan trauma healing dan konseling, bagi korban yang terpapar kabut asap. Bahkan, juga ada dokter umum untuk warga memeriksa kesehatan.

“Kita melakukan cek kesiapan shelter, sekarang masih musim kemarau basah, kemungkinan sampai September berlangsung. Tetapi ada beberapa hot spot muncul tidak diatas permukaan, melainkan di dalam karena lahan di Sumsel gambut.

Dulu disini ISPU-nya (Indeks Standar Pencemaran Udara) di atas ambang bahaya, sehingga kita siapkan shelter,” kata Khofifah, saat meninjau shelter di Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Senin 22 Agustus 2016.

Khofifah juga berharap agar masyarakat mau melaporkan kepada pemerintah jika ada keluarga yang meninggal akibat terkena bencana alam, termasuk korban kabut asap. Hal ini diperlukan agar Bantuan Santunan Kematian untuk mereka bisa diberikan.

Bantuannya sebesar Rp 15 juta, nanti akan dikirim langsung ke rekening ahli waris, tanpa lagi melalui dinsos kabupaten/kota. Proses pencairan tergantung waktu laporan,” ujar dia.‎ (dkk/jpnn)

Respon Anda?

komentar