Hutang Material RTLH Capai Rp 300 Juta

779
Pesona Indonesia
ilustration
ilustration

batampos.co.id – Hutang biaya material untuk program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) di Kecamatan Durai, mencapai Rp 300 juta sejak 2015. Ironisnya, 10 unit rumah yang mendapatkan bantuan RTLH, sudah dihuni. Untuk kelanjutan sisa program RTLH lainnya, Sungnam, seorang pengusaha yang bersedia menalangi pinjaman material, terpaksa menghentikan bantuan seraya menunggu utang sebelumnya dicairkan.

“Memang persoalan utang warga yang sudah positif terdaftar penerima RTLH itu, sempat ditalangi untuk mendapatkan bahan bangunan. Sebab, menurut warga mereka sudah membuka tabungan di bank, dan hanya menunggu pencairan dana RTLH 2015 tersebut. Makanya, saya berani membantu menyediakan bahan bangunan RTLH warga tersebut,” beber Sungnam, Minggu (21/8) kemarin.

Hanya saja, sambung Sungnam, rumah sudah berhasil ditempati tetapi utang masih nyangkut. “Totalnya mencapai Rp300 juta. Hal ini sudah sempat diberitahukan pada Pemkab Karimun dengan harapan hutang RTLH warga bersangkutan dapat ditalangi dulu untuk meringankan beban sambil menunggu kelanjutan program RTLH selanjutnya,” ujarnya.

Sementara R.Syamsiah, salah satu penerima RTLH Durai membenarkan hutang bahan bangunan RTLH miliknya belum bisa bayar. Soalnya, uang RTLH 2015 hingg saat ini belum dicairkan.

“Kami berani hutang bahan bangunan RTLH karena sudah dapat dipastikan dananya segera cair. Entah kenapa kami tertunggu-tunggu hingga kini dana RTLH belum cair,” ucap Syamsiah.

Syamsiah mengaku sudah menampati rumahnya, tapi utang belum bayar. “Darimana kami cari uang sebanyak Rp 22 juta untuk bayar. Yang kami harap hanya pencairan dana RTLH itu saja. Ini jadi beban berat bagi kami karena utang bahan bangunan itu belum bisa dilunasi,” ungkap Syamsiah nada miris. (pst/bpos)

Respon Anda?

komentar