Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba 2016 Paling Heboh

819
Pesona Indonesia
Presiden Jokowi dan istri serta sejumlah menteri berbaur dengan masyarakat di acara Karnaval kemerdekaan Pesona Danau Toba 2016, Minggu (21/8/2016). Foto: @kemenpar_ri/twitter
Presiden Jokowi dan istri serta sejumlah menteri berbaur dengan masyarakat di acara Karnaval kemerdekaan Pesona Danau Toba 2016, Minggu (21/8/2016). Foto: @kemenpar_ri/twitter

batampos.co.id – Kalau ditanya, festival apa yang paling heboh dan menyedot perhatian sepanjang 2016 ini di Indonesia? Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba 2016 sudah pasti masuk kategori paling heboh.

Ya, karnaval yang digelar di Kota Balige, betul-betul membuat kota itu berpesta pada 21 Agustus. Orang Medan menyebut, “benar-benar meledak”. Seluruh warga Kabupaten Tobasa tumpah ruah di puncak peringatan HUT RI ke-71 yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo itu.

Menariknya, para petinggi negeri ini kompak mengenakan “ulos raja” Ragidup Sirara warna gelap dan ornament putih, orang nomor satu di tanah air itu ikut pawai sepanjang 3,5 km itu.

Di tengan perjalanan, Presiden Jokowi yang memakai baju hitam dan sortoli penutup kepala khas Batak itu juga melempar-lempar kaus kepada penonton sambil melambaikan tangan ke kiri dan kanan.

Ibu Iriana tampil ceria dengan baju merah juga melambaikan tangan dari atas mobil hias berdesain ikan emas dengan sulur-sulur berwarna hitam-merah-putih. Ulos bermotif Tum-Tum yang didesain khusus oleh Edward Hutabarat pun terlihat elegan dan bersahaja.

Arak-arakan budaya yang host-nya Kementerian Pariwisata ini boleh dibilang sukses besar. Pertama sukses acara, pelaksanaan lancar, sesuai skenario rencana, nyaris sempurna. Semua kontingen, 44 nomor tampil optimal, dilepas di start Jalan Tarutung, Patuan Nagari sampai finish Lapangan Sisingamangaraja Simpang Sibulele lancar membelah lautan manusia yang hampir 100 persen mengenakan identitas ulos.

“Ini karnaval sudah standar global, siap go international,” kata Menpar Arief Yahya, yang terus mendampingi Presiden Jokowi.

Kedua, selama dua hari kegiatan Pesona Danau Toba, semua hastag yang dilempar ke media social, langsung tembus trending topic. Pertama saat konser Slank, Opi Andaresta, Edo Kondologit, Sammy Simorangkir, Dewa Bujana di Pantai Bebas, Parapat, Simalungun 20 Agustus 2016. Dari #PanggungApung #PesonaDanauToba semuanya naik daun sejak sebelum konser.

Sedangkan di Karnaval yang lebih dari 100 ribu pasang mata tumplek blek ke jalur karnaval itu, langsung melambungkan hastag: #Balige #PesonaDanauToba #UntukMedan #PulauSamosir.

“Selamat, Karnaval Pesona Danau Toba benar-benar go digital dan go global. Gambar, foto-foto dan video pendek yang dishare ke media social benar-benar atraktif dan kaya angel,” lanjut Arief Yahya.

Sukses ketiga, adalah keberhasilan meyakinkan Presiden Jokowi bahwa destinasi Danau Toba layak dikembangkan lebih cepat dan lebih agresif. Dukungan 3A –Atraksi, Akses, Amenitas—nya dari pemerintah itu kunci sukses selanjutnya.

“Dan ini sudah terjawab di Ratas, Pak Presiden Joko Widodo memutuskan percepatan akses menuju Danau Toba baik jalan tol dari Kuala Namu-Tebing Tinggi-Pematang Siantar, lalu dilanjutkan ke Parapat. Juga pembangunan infrastruktur di Silangit Airport,” ungkap Arief yang mengakui tiga hal itu adalah bentuk kesuksesan acara.

Menpar pun berterima kasih kepada seluruh panpel dan timnya yang sudah mempersiapkan kegiatan KKPDT 2016 ini. Janji Jay Wijayanto, Ketua Panpel Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba 2016 itu benar-benar ditepati. Harus diakui, jika dibandingkan dengan defile Opening Ceremony Olympic Games Rio de Jeneiro 2016, KKPDT 2016 tidak kalah. Bahkan lebih atraktif, lebih kuat menghujam, atmosfernya lebih masuk, konsep dan desainnya lebih dramatic.

Koordinator Karnaval Jay Wijayanto menambahkan, karnaval dari Soposurung hingga Simpang Sibulele itu memang didesain festive. Bukan sekedar jalan arak-arakan seperti di Olimpiade itu. Ada gerak, ada instrument dan bunyi-bunyian, ada kostum dan pakaian adat, ada mobil hias, marching band dengan berbagai keunggulan, ada atraksi budaya seperti piring dan tandok.

Sepertinya, tandok yang dijanjikan 700 perempuan berpakaian adat Batak lalu, lebih banyak dari itu. Tandoknya pun berwarna-warni, bukan hanya pandang anyam yang biasa berwarna cokelat tua, Kini ada yang berwarna pastel, biru muda, merah muda, kuning muda. Provinsi lain juga tampil yahud. Dari DKI Jakarta, Sumsel, Kalbar, Jawa Timur, Banten,, Papua, Maluku, dan 7 Kabupaten di sekitar Danau Toba.

Presiden Jokowi meminta agar tahun depan karnaval ini jangan berhenti. Tentu, harus sudah dipromosikan jauh hari sebelumnya, agar bisa mulai menghasilkan wisatawan mancanegara.

“Jangan berhenti sampai di sini! Tahun depan harus dilanjutkan lagi,” kata Presiden Jokowi. (inf)

Respon Anda?

komentar