Memancing di Perairan Bintan, Kapal Berbendera Malaysia Ditangkap

850
Pesona Indonesia
 Kapal Seven Seas Conqueress berbendera Malaysia yang ditangkap oleh Tim Western Fleet Quick Response (WFQR)-4 KAL Mapor di Perairan Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, Minggu (21/8). foto:ist
Kapal Seven Seas Conqueress berbendera Malaysia yang ditangkap oleh Tim Western Fleet Quick Response (WFQR)-4 KAL Mapor di Perairan Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, Minggu (21/8). foto:ist

batampos.co.id – Kapal Seven Seas Conqueress berbendera Malaysia ditangkap oleh Tim Western Fleet Quick Response (WFQR)-4 KAL Mapor di Perairan Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, Minggu (21/8). Kapal yang dinakhodai warga Singapura, Ricky Tan Poh Hui, dengan tiga ABK serta membawa sembilan penumpang itu ditangkap karena memasuki wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tanpa izin dan tak mengantongi dokumen resmi alias ilegal.

Informasi di lapangan, ketika Tim WFQR-4 KAL Mapor sedang melakukan patroli rutin di perairan bagian Utara Bintan terdeteksi kontak radar keberadaan kapal tanpa AIS Aktif yang berjarak 7,5 Nautical Mile dari Desa Tanjungberakit atau dengan posisi 01 17 051U-104 25 076T. Dideteksi secara visual ternyata kapal tanpa AIS Aktif itu merupakan sebuah ferry yang melayani jasa pemancingan. Karena berbendera Malaysia, Tim WFQR-4 KAL Mapor langsung menghentikannya dan melakukan pemeriksaan serta penggeledahan terhadap kapal tersebut.

Usai digeledah, didapati berbagai alat pemancingan yang telah digunakan dan ikan hasil mancing. Guna proses hukum lebih lanjut, kapal beserta penumpangnya dibawa ke Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV, Batu Hitam, Kecamatan Tanjungpinang Barat, Kota Tanjungpinang.

Komandan Lantamal IV Laksamana Pertama TNI S.Irawan membenarkan adanya penangkapan yang dilakukan Tim WFQR-4 KAL Mapor terhadap kapal berbendera Malaysia di Perairan Tanjungberakit. Kapal milik Odisey Marine PTE LTD Singapura dengan kapasitas 32 Gross Tone (GT) itu telah diamankan beserta nakhoda, ABK dan sembilan penumpangnya.

“Kapal berbendera Malaysia itu telah melanggar kedaulatan NKRI. Karena memasuki wilayah Indonesia tanpa izin dan melakukan kegiatan illegal fishing,” katanya.

TNI AL akan terus meningkatkan pengawasan dan pengamanan di seluruh perairan di Provinsi Kepri. Sehingga aktivitas seperti ilegal fishing dan lainnya bisa ditangani dengan serius dan cepat.

“Tak ada kompromi lagi bagi siapapun yang berani mencoba-coba melanggar aturan,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar