Rumah Tukang Jahit Terbakar, Uang untuk Kuliah Anak Ludes

612
Pesona Indonesia
Rumah yang terbvakiar di pinggir pantai di Desa Sepempeang, Natuna, ludes terbakar, Minggu (21/8). foto:aulia rahman/batampos
Rumah yang terbvakiar di pinggir pantai di Desa Sepempeang, Natuna, ludes terbakar, Minggu (21/8). foto:aulia rahman/batampos

batampos.co.id – Empat rumah kayu di pantai Desa Sepempang, Natuna, ludes dilalap sijago merah, sekitar 14.30 WIB, Minggu (21/8). Penyebabnya diduga karena arus pendek listrik.

Salah satu korban adalah Mamat, 47. Tidak satupun isi rumah yang dihuni Mamat, dan istri beserta anaknya bisa diselamatkan. Hanya sehelai baju dibadan dan beberapa kilogram beras dalam karung sempat diselamatkan. Tiupan angin pantai yang kencang menyebabkan api cepat membesar dan rumah kayu ukuran 5 kali 5 meter itu ludes hanya dalam tempo cepat.

Pangakuan Mamat, kebakaran terjadi saat ia sedang mengiris kelapa untuk pakan ayam peliharaannya di halaman rumah. Mendadak terdengar suara terbakar dari dalam rumah dan terlihat asap. Mamat sempat panik, lantaran mencari anaknya yang yang masih usia SD tidak ditemuinya di dalam rumah yang sudah penuh asap. Tetapi kemuadian bisa diselamatkan.

Karena panik, Mamat dan istrinya tidak sempat menyelamatkan barang berharga dan sejumlah uang tunai, untuk kebutuhan kuliah anak pertamanya di pulau Jawa. ” Ya Allah, uang kuliah anak ku,” ucap Mamat terbata bata.

Mamat yang langsung diamankan warga tidak banyak bicara. Ia hanya bisa mengenangkan mesin jahit yang ikut ludes terbakar. Ditambah rumah yang tumpanginya adalah rumah kerabatnya. Mamat adalah tukang jahit rumahan dan tukang kebun di komplek Masjid Agung Natuna.
Sudarman, 52, warga setempat, sekaligus pemilik rumah mengaku iba kepada Mamat yang tidak memiliki tempat tinggal lagi. Mereka, lanjut dia, sudah lima tahun menempati rumah tersebut. Sebelumnya, beberapa hari lalu, kata Sudarman lagi, ia pinjamkan uang Rp 3 jutaan untuk kuliah anak Mamat di Jawa.

“Kasian, semua barang berharganya ludes. Ijazah, uang, mesin jahit, semua pakaian juga ludes,” tutur Sudarman.

Sementara dalam insiden tersebut dua mobil pemadam kebakaran Pemkab Natuna diterjunkan. Mencegah merembetnya kebakaran di rumah warga sekitar. (arn/bpos)

Respon Anda?

komentar