Septina Diharapkan Lebih Perhatikan Kaum Perempuan

335
Pesona Indonesia
Septina Primawati Rusli. Foto: riau Pos/jpg
Septina Primawati Rusli. Foto: riau Pos/jpg

batampos.co.id – Langkah Septina Primawati Rusli untuk menjadi Ketua DPRD Riau tinggal selangkah lagi.

Setelah diumumkan pencalonannya dalam rapat paripurna beberapa waktu lalu, Septina tinggal menunggu proses selanjutnya.

Baik di DPRD, Pemerintah Provinsi Riau dan Mendagri hingga akhirnya nanti dilakukan pelantikan.

Sebagai Ketua DPRD Riau dari kalangan perempuan pertama, banyak harapan yang diberikan kepada politisi Golkar tersebut. Salah satunya dari Ade Hartati yang juga anggota DPRD Riau dari kalangan perempuan. Jika nantinya Septina sudah dilantik, ia berharap ada perhatian khusus kepada kaum perempuan.

“Harus ada perhatian khusus kepada kondisi perempuan yang sekarang ini kondisinya banyak megalami kekerasan, intimidasi dan hal negatif lainnya. Kami harapkan jika Ibu Septina sudah dilantik menjadi Ketua DPRD Riau, hal di atas dapat lebih diperhatikan lagi,” harapnya seperti diberitakan Riau Pos (Jawa Pos Group) hari ini (22/8)..

Lebih lanjut dikatakannya, meskipun Legislatif yakni DPRD bukan pada posisi eksekusi. Namun dengan adanya sosok pemimpin dari kaum perempuan, paling tidak jika ada pemikiran dapat dikawal atas semua proses yang sudah direncanakan.

“Memang tidak mudah, tapi kami optimis beliau mampu dan dapat terus menjaga keseimbangan di DPRD. Dapat menyatukan pemikiran seluruh anggota DPRD yang notabene merupakan utusan dari daerahnya masing-masing melalui proses demokrasi,” harapnya.

Hal yang sama juga dituturkan oleh Yulianti, anggota DPRD Riau dari kalangan perempuan tersebut menyatakan bahwa dengan telah diumumkannya nama Septina Primawati sebagai ketua DPRD Riau, membuktikan jika perempuan punya kemampuan untuk memimpin lembaga strategis di Riau.

“Hal tersebut telah membuktikan bahwa perempuan layak memimpin di Riau. Memimpin di sebuah lembaga strategis di Riau. Pasalnya selama ini persoalan gender masih sering menjadi batu sandungan. Bahkan, kandidat perempuan sering dipojokkan. Seolah-olah, hanya lelaki saja yang berhak untuk menduduki jabatan sebagai pemimpin. Hari ini semua itu sudah terbantahkan,” ujarnya. (jpg)

Respon Anda?

komentar